Tragedi Miras Oplosan, Sebanyak 98 Orang Dilaporkan Meregang Nyawa
Tregedi memilukan. Dilaporkan sebanyak 98 orang tewas akibat menenggak miras oplosan yang didapat dari pabrik miras ilegal
TRIBUNPEKANBARU.COM- Mengerikan. Sebanyak 98 orang dilaporkan tewas skibat menenggak minuman keras (miras) oplosan.
Korban mendapatkan miras oplosan tersebut dari sebuah pabrik miras ilegal dengan harga dua ribuaan rupiah.
Jumlah korban miras oplosan terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan.
Sebab ada beberapa kelurag yang justru tidak mau mengungkap kematian kerabatnya.
• Orangtua Sampai Transfer Uang Rp 29 Miliar Demi Keselamatan Anaknya, Ternyata Penipuan
• VIDEO: Viral Sejumlah Siswa Panjat Pohon Agar Dapat Sinyal HP untuk Ikuti Belajar Online
• Cantik-cantik, Tapi Tiga Kakak Beradik di Rusia ini Bakal Dihukum Mati Hanya Karena Bertahan Hidup
Polisi terus melakukan penyelidikan terkiat tragedi yang memilukan tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Negara Bagian Punjab, India, dilaporkan mencapai 98 orang.
Sejauh ini, polisi menyatakan telah menahan 25 orang dalam tragedi memilukan yang terjadi pada malam hari akhir pekan lalu, dilaporkan Press Trust of India.
Setiap tahun, ratusan orang tewas karena mengonsumsi miras oplosan, yang diproduksi dari pabrik ilegal dengan harga 10 rupee (Rp 1.956) per liter.
Wakil komisioner pemerintah lokal, Kulwant Singh menyatakan dari 98 korban, 75 di antaranya berasal dari Distrik Tarn Taran.
Diberitakan AFP Minggu (2/8/2020), jumlah itu mengalami peningkatan setelah pihak berwajib melakukan penyelidikan lebih mendalam,
Singh menjelaskan, mereka melakukan perubahan jumlah setelah mengumpulkan berbagai informasi dari keluarga yang anggotanya diduga jadi korban.
"Ada keluarga yang tak ingin membeberkan kematian kerabatnya. Bahkan ada yang sudah melakukan kremasi terhadap jenazah," papar Singh.
Kemudian 11 kematian lainnya karena miras oplosan terjadi di Distrik Gurdaspur, kemudian 12 orang tewas di kawasan Amritsar pada Sabtu (1/8/2020).
Dalam serangkaian kicauan di Twitter, keluarga yang kerabatnya jadi korban meminta otoritas Punjab untuk menindak mafia minuman keras.
Menteri Utama Punjab, Amarinder Singh pada JUmat (31/7/2020) menyatakan, dia sudah memerintahkan penyelidikan khusus atas insiden ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/tumpukan-botol-miras-oplosan-di-padang-diamankan-polda-sumbar_20180906_224354.jpg)