Breaking News:

Catatan Muhammad Herwan

Saatnya Untuk Tidak Berbasa Basi di Usia ke 63

Sudah saat ini, ada terobosan dan lompatan dalam merumuskan kebijakan dan perencanaan pembangunan Riau. Jangan lagi berorientasi cost center

Editor: Rinal Maradjo
Tribunpekanbaru.com
Riau Bermarwah 

Sudah seharusnya peneraju negeri dengan sepenuh hati mengajak dan melibatkan semua komponen masyarakat,

Bersatu dan Berpadu membangun Riau, tidak karena terpaksa atau sebatas basa-basi

( Muhammad Herwan )

Muhammad Herwan
Muhammad Herwan (istimewa)

MENYIMAK dan mencermati pidato Gubernur Riau pada Sidang Paripurna Istimewa HUT Riau Ke 63,

disebutkan angka pertumbuhan ekonomi Riau triwulan II tahun 2020 minus 3,2 %.

Angka pertumbuhan ekonomi tersebut adalah terendah dalam sejarah Riau sejak pembentukan Provinsi Riau 60 tahun lalu.

Penurunan angka pertumbuhan ekonomi tersebut sebagai akibat dari terjadinya penurunan ekspor komoditi utama Riau (Pulp and Paper, CPO dan komoditi perkebunan lainnya) termasuk turunnya produksi dan harga Migas, demikian juga dari sisi faktor investasi.

Dari data sebagaimana yang di ungkap pada pidato tersebut, patut di ingat dan kita sadari bahwa perekonomian Riau ”sangat bergantung” dengan aktivitas dunia usaha atau sektor ril ekonomi.

Hal ini perlu untuk kita pahami agar kita dan terutama pengelola negeri ini tidak salah dalam merumuskan kebijakan perencanaan pembangunan Riau secara holistik dan komprehensif,

Sehingga dapat menjawab dan memberikan solusi nyata permasalahan yang sedang dihadapi maupun tantangan masa depan pembangunan Riau.

Jangan sampai anekdot “negeri auto pilot” menjadi predikat yang selalu disematkan rakyat, ketika pemerintah sebagai peneraju negeri tidak dapat menyelaraskan gerak langkah bersama rakyat (dunia usaha) dalam membangun negeri Riau.

Idealnya, kehadiran pemerintah dalam proses pembangunan berperan sebagai fasilitator dan menjadi akselerator.pembangunan perekonomian Riau.

Dana APBD/APBN yang dikuasai dan dikelola oleh pemerintah menjadi trigger (stimululus) untuk akselerasi perekonomian.
Tersebab itu, alokasi belanja pembangunan dalam APBD sudah sepatutnya proporsinya lebih besar secara signifikan dibanding belanja rutin (belanja pegawai).

Dari catatan perbandingan proporsi penggunaan dana APBD Riau selama ini,

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved