Jumat, 1 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Riau

Gubri Risau Kasus Covid-19 Meroket, Minta Rumah Sakit Tambah Tempat Tidur Khusus Pasien Positif

Gubri Syamsuar mengungkapkan, saat ini sejumlah daerah di Riau masih minim fasilitas ruang isolasi

Tayang:
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUN PEKANBARU / SYAIFUL MISGIO
Gubernur Riau Syamsuar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan antisipasi terhadap lonjakan kasus positif Covid-19 di Provinsi Riau.

Dengan adanya pemeriksaan yang dilakukan secara masif, maka bukan tidak mungkin kasus positif Covid-19 akan meledak.

Gubri Syamsuar mengungkapkan, saat ini sejumlah daerah di Riau masih minim fasilitas ruang isolasi.

Baik untuk pasien tanpa gejala maupun untuk pasien bergejala yang harus di rumah sakit.

Syamsuar mencontohkan, di Kabupaten Kampar misalnya, di tengah lonjakan kasus Covid-19, di kabupaten berjuluk serambi mekah ini ternyata hanya memiliki 15 ruang isolasi di rumah sakit.

Kim Jong Un Delegasikan Wewenang ke Adik Perempuannya, Kesehatan Pemimpin Korut Dirumorkan Memburuk

China Makin Agresif di Laut China Selatan,Sita Peralatan Nelayan Filipina, Tak Terima Duterte Protes

Deretan Wanita Bergelimang Harta dan Terkaya di Dunia, Ada yang Berasal dari Asia Lho

Namun keunggulanya, di Kampar sudah disiapkan tempat khusus untuk isolasi mandiri bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dipusatkan di Stanum Bangkinang.

"Kampar ini jumlah penduduknya kedua terbanyak di Riau, dan pemeriksaan swabnya masih belum memenuhi standar, jadi sewaktu-waktu bisa jadi bom waktu, muncul kepermukaan, itu bahaya.”

“Apalagi kapasitas rumah sakit di Kampar itu hanya 15 ruang isolasi, kalau tidak ada penanganan di Pekanbaru bisa kapok kita," kata Gubri Syamsuar, Jumat (21/8/2020).

"Ini harus kita waspadai, karena bagaimana pun juga fasilitas kesehatan harus tersedia," imbuhnya.

Gubri Syamsuar mengungkapkan sudah menginstruksikan kepada seluruh manajemen rumah sakit di seluruh Provinsi Riau untuk mempertahankan atau bahkan kalau bisa menambah ruang isolasi khusus bagi pasien positif Covid-19.

Terutama adalah 78 rumah sakit yang sebelumnya sudah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien positif Covid-19 di Riau.

"Ada 48 rumah sakit rujukan dengan 560 bed (tempat tidur) di ruang isolasi untuk pasien positif Covid-19. Serta ada 1000 bed yang disiapkan di tempat-tempat Diklat itu harus dipertahankan," kata Syamsuar.

Selain menyiapkan fasilitas khusus untuk pasien positif Covid-19, Gubri Syamsuar juga meminta kepada kabupaten kota untuk terus memaksimalkan upaya tracing dan tes swab kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Sebab sejauh ini, tracing dan tes swab di kabupaten kota di Provinsi Riau belum memenuhi target standar yang ditetapkan.

"Yang sudah memenuhi standar itu baru Dumai, Pekanbaru, Siak. Selebihnya belum, ini harus ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi tracing dan testingnya," kata Syamsuar.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved