Rabu, 6 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

China Makin Agresif di Laut China Selatan,Sita Peralatan Nelayan Filipina, Tak Terima Duterte Protes

Peralatan menangkap ikan milik nelayan Filipina disita paksa oleh penjaga pantai China di Laut China Selatan

Tayang:
Editor: Nurul Qomariah
Foto Google
Laut China Selatan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MANILA - Kawasan Laut China Selatan kembali membuat hubungan China dan Filipina memanas.

Peralatan menangkap ikan milik nelayan Filipina disita paksa oleh penjaga pantai China di Laut China Selatan.

Kejadian itu memantik protes pemerintah Filipina.

Negara yang dipimpin Rodrigo Duterte itu melayangkan protes diplomatik ke China atas tindakan Penjaga Pantai mereka yang menyita perlatan memancing nelayan Filipina yang melaut di Laut China Selatan.

Dilansir dari South China Morning Post, penyitaan alat bantu nelayan tersebut terjadi pada Mei lalu di kawasan Scarborough Shoal di Laut China Selatan yang sedang disengketakan Filipina dan China.

Anak Panah Menancap di Badan Warga Papua, Korban Diduga Lari Sesaat Sebelum Dihabisi

Semai Garam di Langit Pelalawan Riau, Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Musim Kemarau

Kasus Positif Covid-19 di Inhil Riau Merosot Turun, Berikut Data Terbaru

Departemen Luar Negeri Filipina juga menyatakan keberatan atas perlakuan China yang terus-menerus mengirimkan peringatan lewat radio kepada pesawat Filipina yang berpatroli di perairan Laut China Selatan yang sedang disengketakan.

Manila sudah sejak lama memprotes tindakan Beijing yang semakin agresif di Laut China Selatan.

Meskipun begitu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte tetapa berusaha memelihara hubungan persahabatan dengan China.

Duterte sejauh ini memiliki sikap yang cukup sejalan dengan China dalam mengkritik AS.

Belakangan, Duterte merasa terusik karena AS mengkritik cara Duterte memberantas narkoba yang dinilai terlalu kejam.

Departemen Luar Negeri Filipina sampai saat ini belum memberikan perincian lebih lanjut atas penyitaan peralatan nelayan yang dianggap China sebagai sesuatu yang ilegal.

Sebuah perangkat, yang secara lokal disebut "payaos" disita setelah terpasang di kapal nelayan Filipina yang berlayar di Scarborough Shoal, Laut China Selatan.

China merebut kawasan tersebut setelah ketegangan terjadi pada 2012 silam.

Filipina yang merasa Scarborough Shoal merupakan wilayah negaranya langsung membawa sengketa tersebut ke Arbitrase Internasional di 2013.

Pengadilan pada 2016 membatalkan klaim China atas hampir seluruh wilayah Laut China Selatan.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved