Betrand Peto Jualan Balon Tapi Didesak Seorang Pria Jadi Pengemis, Ruben Onsu Geram
Betrand Peto menyamar sebagai penjual balon keliling. Alasan Onyo, panggilan akrab Betrand Peto jualan balon ini adalah untuk membeli kuota internet
Seorang pria bertopi dan pakai masker menghampiri Onyo.
"Udah keliling-keliling belum ada yang laku," ujar Betrand Peto kelelahan.
Melihat Betrand Peto yang kelelahan karena jualan balon, pria ini bersimpati.
Lantas, sang pria menyarankan Betrand Peto untuk menjadi penjual rujak. Karena menurutnya rujak itu makanan sehingga pasti cepat laku.
"Jualan balon keliling-keliling? Daripada jualan balon balo gak ada yang beli, mending jualan ruiujak. Orang pasti suka kalo rujak," imbuh
sang pria.
"Emang beraaan harganya?" tanya sang pria itu lagi menanyakan harga balon yang dijual Betrand Peto.
"Rp 20 ribu satu," jawab Betrand Peto.
"Mahal bener. Mending beli rujak Rp 5 ribu dapat nikmat. Daripada Rp 20 ribu beli balon doang gak ada rasanya ngapain," timpal sang pria seolah mengejek Onyo.
Setelah itu, sang pria langsung meminta Betrand Peto jadi pengemis daripada bekerja jadi penjual balon.
Menurutnya, jadi pengemis itu tak membuat lelah karena hany duduk meminta-minta.
"Nih kalau perlu, daripada capek gitu, mendiangan ngemis. Duduk-duduk santai, pura-pura gini, dapat duit banyak,"
"Hah? Ini orang ngasih saran aneh-aneh aja," tegas Ruben Onsu.
"Ini sih buat aku untuk solusi buat anak-anak gak boleh," tegas suami Sarwendah lagi.
"Udah duduk aja, nyantai ngemis mah," imbuh sang pria berusaha menggoda Betrand Peto untuk mengemis.
Melihat putranya masih saja didesak jadi pengemis. Ruben Onsu makin geram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/betrand_peto_jualan_balon_tapi_didesak_seorang_pria_jadi_pengemis_ruben_onsu_geram.jpg)