Breaking News:

Bengkalis

Sampan Nelayan Tenggelam di Rupat Utara, Satu Orang Meninggal, Satu Korban Dalam Pencarian

Karena terjangan angin dan hujan ini sampan yang dikendarai dua orang ini akhirnya karam.

ISTIMEWA
Upaya pencarian sampan nelayan tenggelam dilakukan Satpolair Polres Bengkalis di peraira Rupat Utara 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Satpolair Polres Bengkalis melakukan pencarian satu orang warga Desa Titik Agar kecamatan Rupat Utara yang hilang akibat sampan yang digunakan tenggelam di perairan Rupat Utara, Sabtu (22/8) pagi kemarin.

Upaya pencarian dilakukan sejak pagi kemarin hingga hari ini karena belum juga ditemukan.

Hal ini diungkap Kasatpolair Polres Bengkalis AKP Rahmat Hidayat kepada tribun, Minggu (23/8) pagi. Menurut dia, saat sampan tenggelam ada dua orang yang berada diatas sampan tersebut.

Mereka diantaranya Alex Ketua RW Dusun Hutan Samak Desa Titik Akar serta Rekannya Jimat Linmas Desa Titik akar.

Saat pencarian dilakukan Sabtu kemarin petugas dan masyarakat berhasil menemukan salah satu korban.

"Satu kemarin sudah kita temukan, atas nama Jimat namun dalam keadaan meninggal dunia. Dan sudah diserahkan kepada pihak keluarganya," ungkap Rahmat.

Sementara itu korban atasnama Alex sampai saat ini belum ditemukan.

Petugas Satpolair Polres Bengkalis bersama TNI AL dan masyarakat sampai saat ini masih melakukan penyisiran di lokasi sekitaran sampan tenggelam.

Bisa Hilangkan Stress, RASAKAN Sensasi di Dalam Peti Mati sambil Mendengarkan Cerita Horor

HEBOH, Penemuan Mayat Siswa SMP di Dalam Karung: Kepala Sudah Jadi Tengkorak, Tubuhnya Masih Utuh

Musda DPD II Partai Golkar, Syahrial Terpilih Nakhodai Golkar Bengkalis

Sementara itu Kapolsek Rupat Utara AKP Dedi Susanto membenarkan kejadian sampan tenggelam yang di alami warga di wilayah hukumnya.

Menurut dia, sampan yang dibawa dua korban tersebut berlayar sekitar pukul 06.00 WIB pagi kemarin.

"Mereka nelayan, pagi mereka pergi menggunakan perahunya untuk mencari ikan sekitar pukul enam subuh," terang Kapolsek.

Namun naas saat mereka berangkat terjadi hujan lebat dan angin kencang diperairan Rupat Utara.

Karena terjangan angin dan hujan ini sampan yang dikendarai dua orang ini akhirnya karam.

"Kita dapat informasi ini langsung melakukan pencarian bersama Polair Pos di Tanjung Medang serta dibantu masyarakat. Hasil pencarian satu korban berhasil ditemukan, sedangkan satu lagi sampai hari ini masih kita cari," tandasnya.

( tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved