Rabu, 22 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karyawati Bunuh Bos Perusahaan, Ternyata Sakit Hati Sering Dilecehkan & Diajak Bersetubuh

Polda Metro Jaya berhasil mengungkap siapa dalang pembunuhan bos PT DTJ di Kelapa Gading, Sugianto (51).

Editor: Muhammad Ridho
Tribunnews/Jeprima
Tersangka kasus penembakan pengusaha bos ekspedisi saat akan menaiki mobil tahanan usai rilis di Halaman Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2020). Polisi menangkap 12 pelaku penembakan maut di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menewaskan pengusaha pelayaran Sugianto (51). Penembakan maut tersebut diotaki oleh karyawati korban bernama Nur Lutfiah (34) akibat sakit hati. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Polda Metro Jaya berhasil mengungkap siapa dalang pembunuhan bos PT DTJ di Kelapa Gading, Sugianto (51).

Otaknya tidak lain adalah karyawatinya sendiri, berinisial NL.

Sedangkan eksekutor alias pembunuh bayarannya adalah DM (50) pria asal Bangka Belitung.

Sugianto ditembak di depan ruko Royal Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2020).

Dalam pemeriksaan, NL mengaku sakit hati pada Sugianto.

NL mengaku sering dilecehkan oleh Sugianto.

tribunnews
Eksekutor penembakan pengusahan pelayaran di Kelapa Gading saat dihadirkan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2020). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Menurut NL, Sugianto juga sering meminta melakukan hubungan badan.

“NL sering diajak melakukan hal-hal di luar pekerjaan. Dia sering diajak melakukan persetubuhan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.

Nana Sudjana juga mengatakan NL mengaku sakit hati atas ucapan Sugianto.

"Ada pernyataan dari korban juga yang suka menyebut NL sebagai perempuan tidak laku,” kata Nana.

NL juga mengaku sering dimaki saat sedang bekerja.

Selain itu, NL membunuh Sugianto karena takut.

Di perusahaan Sugianto, NL bekerja di bagian administrasi keuangan.

Ia takut lantaran sempat menggelapkan uang pajak kantor.

“Yang bersangkutan ketakutan karena dari tahun 2015 di bagian administrasi keuangan banyak mengurusin pajak, ternyata tidak semua disetorkan ke kantor pajak,” kata Nana.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved