GEGER! Masjid Haghia Sophia Hendak Diserang ISIS, Beruntung Intelijen Turki Sigap
laporan USA Today mencatat bahwa, beberapa bulan terakhir telah melihat kebangkitan aktivitas ISIS di Suriah dan Irak.
TRIBUNPEKANBARU.COM - ISIS merencanakan akan melakukan serangan ke Masjid Hagia Sophia.
Informasi ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu Rabu (2/9/2020) .
Satu hari sebelumnya, Selasa (1/9/2020), Soylu mengumumkan bahwa Turki telah menangkap seorang anggota senior ISIS.
"Daesh (senior ISIS) yang disebut 'Amir Turki' telah ditangkap dan ditahan dengan memiliki sebuah rencana penting,” katanya.
Soylu mengatakan bahwa, nama senior ISIS itu adalah Mahmut Ozden, menurut laporan Anadolu Agency.
Anadolu Agency awalnya mengatakan bahwa Ozden telah mengorganisir kelompok yang terdiri dari 10-12 orang untuk terlibat dalam kegiatan protes.
• Orangtua HARUS Pantau Anaknya Main Tiktok: Gadis 15 Tahun Tewas Setelah Ikuti Tantangan TikTok
• Inilah Perkiraan Formasi & Susunan Pemain Timnas U-19 Indonesia vs Bulgaria, Link Streaming di Sini
• Kronologi Bus Maut Tabrak Mobil HRV dari Belakang, Lalu Dihadang Truk dari Depan, 1 Orang Tewas

Namun kelihatannya kegiatan kelompok tersebut lebih serius.
Soylu mengatakan, berkat pengumpulan intelijen Turki sendiri sehingga dapat membekuk anggota ISIS itu tanpa bantuan badan intelijen lainnya.
Dia menyatakan bahwa pada 18 Agustus 2020, anggota ISIS Huseyin Sagır telah ditangkap, dan ini yang menyebabkan penangkapan Ozden pada 20 Agustus 2020.
Huseyn Sagir merupakan teroris ISIS yang berencana untuk menyerang Lapangan Taksim yang terkenal di Istanbul.
Investigasi itu menghasilkan keterangan Sagir menerima instruksi dari Ozden, yang sudah membentuk sejumlah kelompok teroris.
Mereka mempunyai tugas untuk menyebar di kawasan pedesaan, termasuk melakukan perekrutan anggota baru, membeli bahan, hingga akomodasi.
• Pose Mayangsari Usai Mandi Pakai Handuk Tuai Sorotan Netizen: Seger Banget Bunda Mayang
• Kepala Terasa Berat? INI CARA Mudah Turunkan Kolesterol di Rumah: Pakai Bahan Alami Ini
• Ku Puju-Puja Remix DJ Kentrung ft Kalia Siska, DOWNLOAD Lagu Viral Tiktok di Sini

Dari pernyataan Sagir itulah, pihak keamanan melancarkan operasi yang mematahkan sel teror aktif yang mendapat perintah dari Ozden.
Kepolisian mengungkapkan, Ozden segera dibawa ke Penjara Silivri yang berlokasi di Istanbul setelah mendapat perintah pengadilan.
Berdasarkan dokumen pengadilan, pria berusia 48 tahun itu mengaku menerima 7.000 dollar AS (Rp 103,3 juta) untuk setiap orang yang dia rekrut.
• Cek Syarat dan Daftar Online Lowongan Kerja di 3 Perusahaan BUMN, Butuh Lulusan SMA/SMK hingga S1
• DETIK-DETIK Kumar Meloncat ke Sungai Selamatkan Adiknya dari Cengkraman Buaya: Bertarung 15 Menit
• Streaming Indonesia vs Bulgaria di Mola TV dan Net TV, Berikut Susunan Pemain Timnas U19 Indonesia
Ozden sebelumnya pernah ditahan pada 2017 karena merekrut anggota, tetapi saat itu dia dilepaskan dengan status pengawasan.
Kemudian tahun lalu, dia kembali diringkus di Adana karena memeras pemilik toko setempat.
Lebih lanjut, Soylu menyatakan bahwa dia yakin ISIS ingin menculik politisi Turki dan membawa mereka ke Suriah.
Jurnalis dari The Hurriyet, Abdulkadir Selvbertanya bertanya mengapa ISIS ingin menyerang Hagia Sophia?
Terutama karena pemerintah Turki baru-baru ini mengubahnya dari museum menjadi masjid.
Soylu mengatakan bahwa, karena ISIS adalah organisasi ekstremis, mereka tidak akan peduli dengan perpindahannya, dan akan tetap menganggapnya sebagai target yang baik untuk diserang.

• Reza Artamevia Asyik Joget Sebelum Ditangkap Polisi, Ngaku Dihasut Sahabat : Bikin Berkeringat
• Tulisan Siswa Ini Berjarak, Mengaku Pesan Ibu, Guru: Allahu Akbar, Kita yang Disuruh Jaga Jarak, Nak
Pada bulan Juni 2020, sebuah majalah afiliasi ISIS yang berbasis di Asia Selatan, 'The Voice of India', menerbitkan sebuah artikel yang mendiskontokan konversi ulang Hagia Sophia menjadi masjid.
Majalah itu merujuk pada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang disebut sebagai seorang 'tiran'.
“Karena manifestasi politeistik tidak akan dihilangkan, dan tidak akan ada pencampuran (yaitu, pria dan wanita yang berdoa bersama) dihentikan," tulis majalah itu.
Soylu mengatakan bahwa kelompok ISIS di Turki telah menerima perintah dari Suriah dan Irak.
“Ada tanda-tanda baru-baru ini bahwa ISIS menggunakan gangguan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 untuk berkumpul kembali,” katanya.
Sementara itu, laporan USA Today mencatat bahwa, beberapa bulan terakhir telah melihat kebangkitan aktivitas ISIS di Suriah dan Irak.
Komandan tertinggi Amerika Serikat di Timur Tengah, Jenderal Frank McKenzie, juga memperingatkan pada bulan Agustus 2020, bahwa kondisi di wilayah yang dikuasai pemerintah di Suriah memungkinkan para militan untuk bergerak dengan bebas,
Lebih lanjut, Frank mengatakan bahwa, kamp-kamp pengungsi adalah tempat yang subur untuk merekrut organisasi ekstremis itu. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Turki Dapat Ancaman, ISIS Rencanakan Serangan ke Masjid Hagia Sophia, Intelijen Langsung Beraksi,