Pria Ini Minta Disuntik Mati, Namun Presiden Menolaknya, Ia Ancam Siarkan Live Kematiannya

Tidak ada harapan hidup, pria ini minta disuntik mati. Namun presiden menolaknya. Ia tak habis akal, rencanakan live kematiannya

Editor: Budi Rahmat
Net
Ilustrasi suntikan obat bius 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Pria ini mengatakan akan menyiarkan kematiannya secara live streaming lewat media sosial.

Hal itu dilakukannya setelah ia mengaku tak ada harapan untuk hidup akibat penyakit yang dideritanya.

Ia telah meminta presiden untuk dilakukan proses kematian perlahan dengan cara disuntik mati.

Namun presiden menolak permintaan tersebut. Hal yang menjadikan pria ini semakin tegas akan menyiarkan kematiannya secara live

Seorang pria asal Prancis yang menderita sakit dan tak bisa disembuhkan, mengancam akan menyiarkan secara langsung kematiannya di medsos, Jumat (4/9/2020).
Seorang pria asal Prancis yang menderita sakit dan tak bisa disembuhkan, mengancam akan menyiarkan secara langsung kematiannya di medsos, Jumat (4/9/2020). (AFP)

Dia adalah  seorang pria asal Prancis yang menderita sakit dan tak bisa disembuhkan.

Dia mengancam akan menyiarkan secara langsung kematiannya di medsos, Jumat (4/9/2020).

Pria itu juga menolak makanan, minuman dan obat-obatan yang diberikan, setelah Presiden Emmanuel Macron menolak permintaannya untuk dilakukan Eutanasia.

Eutanasia adalah praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal.

Biasanya, praktik Eutanasia dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan (suntik mati).

Melansir dari NDTV, Sabtu (5/9/2020) pria itu bernama, Alain Cocq, menderita kondisi langka di mana dinding arteri saling menempel.

Dia mengatakan bahwa, dia yakin hidupnya kurang dari seminggu lagi, dan akan menyiarkan secara langsung kematiannya di Facebook mulai Sabtu pagi waktu setempat.

Diakuinya, Alain telah menulis kepada Presiden Prancis yang meminta untuk diberikan zat yang akan memungkinkan dia untuk mati dengan damai.

Namun, Presiden Macron membalasnya dengan menjelaskan bahwa praktik itu tidak diizinkan berdasarkan hukum Prancis.

Alain yang berusia 57 tahun telah menanggung penderitaannya, untuk menarik perhatian orang banyak karena Prancis yang tidak mengiizinkan untuk meninggal sesuai dengan keinginan.

"Karena saya tidak kebal hukum, saya tidak dapat memenuhi permintaan Anda," kata Macron dalam sebuah surat yang ditujukan ke Alain.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved