Calon Wakil Presiden Serang Donald Trump, Sebut Tak Becus Tangani Virus Corona
Calon Wakil Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Kamala Harris "menyerang" Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Penulis: aries | Editor: Rinal Maradjo
TRIBUNPEKANBARU.COM - Calon Wakil Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Kamala Harris "menyerang" Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah wawancara CNN pada Sabtu (5/9/2020).
Kamala Harris mengatakan, Donal Trump adalah pemimpin gagal dalam menekan laju penularan Virus Corona di Amerika Serikat.
Selain itu, ia mengatakan samasekali tidak mempercayai kata-kata Presiden Donald Trump tentang kemanjuran dan keamanan vaksin virus corona yang saat ini tengah disiapkan oleh Pemerintah Amerika Serikat.
Dalam wawancara itu, Kamala Harris juga ditanya apakah dia bersedia mengambil vaksin yang disetujui oleh pemerintah AS dan didistribusikan sebelum hari pemilihan pada 3 November.
"Yah, saya pikir itu akan menjadi masalah bagi kita semua," jawabnya.
Saat ini, Presiden Donald Trump mencoba mempercepat ketersediaan vaksin sebelum pemilihan presiden.
Namun, pakar kesehatan masyarakat umumnya menyebutkan bahwa penggunaan vaksin tersebut secara massal sebelum bulan Desember 2020 adalah rencana berisiko.
Sebab, vaksin tersebut harus diuji dengan benar dan melalui beberapa tahapan.
Selama wawancara itu, Harris juga mengatakan dia tidak percaya para ilmuwan dan ahli kesehatan masyarakat yang terkait dengan pemerintahan Trump akan dapat secara akurat menyampaikan keamanan vaksin kepada publik.
"Jika masa lalu adalah prolog [maka] mereka tidak akan. Mereka akan diberangus, mereka akan disingkirkan, mereka akan disingkirkan," kata Harris.
"Karena dia melihat pemilihan yang akan datang dalam waktu kurang dari 60 hari lagi. Nah, dia berpura-pura bahwa telah menjadi pemimpin dalam penanganan Virus Corona padahal sebenarnya tidak." tambahnya.
Hingga saat ini, lebih dari 6,2 juta infeksi telah dikonfirmasi di Amerika Serikat dan setidaknya 188.000 orang telah meninggal - jumlah tertinggi dari negara mana pun di dunia.
Pejabat kesehatan masyarakat juga telah menyuarakan kekhawatiran bahwa AS dapat melihat lonjakan baru kasus virus corona setelah pertemuan selama liburan Hari Buruh akhir pekan ini.
Saat ini pemerintah Donald Trump tengah mengembangak Vaksin Virus Corona di bawah operasi "Warp Speed".
Proyek itu bertujuan untuk menghasilkan 300 juta dosis vaksin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/foto-kamala-harris.jpg)