Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Hacker Rusia, China, Iran Kompak Serang Amerika Serikat, Donald Trump Kelimpungan

Para hacker dari Rusia, China, dan Iran melakukan serangan siber besar-besaran terhadap Amerika Serikat

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Rinal Maradjo
Istimewa
Ilustrasi Hacker 

TRIBUNPEKANBARU.COM, WASHINGTON - Para hacker dari Rusia, China, dan Iran melakukan serangan siber besar-besaran terhadap ratusan organisasi dan orang-orang yang terlibat dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat yang akan digelar pada November 2020 mendatang.

Serangan para hacker itu dideteksi oleh Microsoft dan dilansir kepada publik pada Kamis (10/9/2020) Waktu setempat.

Laporan dari Micorsoft tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi pemerintah dan publik Amerika Serikat terkait adanya upaya serangan hacker untuk merusak sistem dan tatanan demokrasi di negara itu.

“Kami ingin memperjelas, bahwa kelompok asing telah meningkatkan upaya mereka menargetkan pemilu 2020," kata Microsoft dalam sebuah posting blog.

Microsoft juga menyebutkan pihaknya telah mendeteksi dan memblokir sebagian besar serangan hacker tersebut.

Hacker hacker itu sendiri diduga masih terkait dengan pemerintah tempat para hacker berada.

Hacker asal Rusia misalnya, terlacak masih terkait dengan Kremlin.

Hacker ini adalah mereka yang melakukan pencurian dokumen rahasia Partai Demokrat yang mengusung Hillary Clinton pada pemilu 2016.

Para Hacker itu sendiri dalam aksinya menargetkan kampanye Donald Trump dan Joe Biden, pejabat pemerintah AS, Partai Republik dan Partai Demokrat

Kemudian pemerintahan negara bagian, konsultan politik dan lembaga pemikir, serta lembaga-lembaga lainnya.

Microsoft sendiri seperti dilansir oleh SCMP pada Jumat (11/9/2020) tidak memberikan penjelasan detail atas bentuk serangan yang telah dilakukan para hacker tersebut.

Pengungkapan serangan hacker sendiri muncul di DPR dan Pemerintah AS tentang saling kritik dalam penanganan ancaman asing terhadap pemilu.

DPR AS sendiri menilai, Badan intelijen di bawah pemerintah Donald Trump telah gagal melindungi stabilitas dalam negeri dari aktivitas destruktif Rusia. "Jangan mereka bekerjasama dengan Rusia," sebut Parlemen AS menunding Donald Trump.

“Saat kampanye pemilihan ulang Presiden Trump, kami adalah target yang besar, karena kami memiliki kans besar untuk menang," kata Thea McDonald, wakil sekretaris pers untuk tim kampanye presiden.

Sementera itu, Donald Trump dan pendukungnya menilai lawannya, Joe Biden telah melakukan kerjasama dengan China.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved