Breaking News:

Video Berita

Video: Besok, Bapenda Dumai Mulai Tertibkan Objek Pajak Sarang Burung Walet yang Membandel

Besaran pajak atas sarang burung walet yang diterima oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Dumai masih sangat jauh dari target.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM - Besaran pajak atas sarang burung walet yang diterima oleh Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) Kota Dumai masih sangat jauh dari target.

Kepala Bapenda Kota Dumai,  Marjoko Santoso ‎mengungkapkan, Hingga 14 September 2020 penerimaan pajak sarang burung walet hanya sekitar belasan Juta rupiah dari 50 wajib pajak yang membayar. 

Dijelaskanya,  angka tersebut jauh dari target yang telah ditetapkan pada tahun ini yakni,  sebesar Rp150 Juta, tentunya penerimaan pajak sarang burung walet ini harus terus di genjot. 

Marjoko mengaku, untuk menggenjot penerimaan pajak tersebut, Bapenda Kota Dumai sudah ‎membentuk tim penertiban yang akan mulai melaksanakan tugasnya pada Senin (14/9/2020). 

Begini Kalau Dokter Terjaring Razia karena Tak Pakai Masker, Sebut-sebut soal Aturan

Menkopolhukam Perintahkan Densus 88, BNPT, BIN, Hingga BAIS Selidiki Penikaman Syekh Ali Jaber

"Sebelumnya Bapenda dan ASBW sudah berkoordinasi dan kita juga sudah meminta tolong kepada ASBW untuk menyampaikan informasi terkait kewajiban para wajib pajak sarang burung walet," katanya, Senin 

Dirinya mengaku, bahwa pihaknya telah menggelar rapat teknis  dengan Tim penertiban yakni Satpol PP dan lainnya, untuk melakukan penertiban mulai Selasa (15/9/2020) hingga ‎Kamis (17/9/2020). 

‎Ia menerangkan, berdasarkan laporan ASBW ada sekitar 124  pengusaha sarang burung walet di Dumai, dan ada beberapa lagi pengusaha burung walet lainya yang tidak masuk dalam ASBW.

Marjoko menerangkan, untuk teknis penertiban nantinya Tim akan menyusuri para wajib pajak sarang burung walet yang membandel dan tidak membayar pajak. 

"Kita sudah punya list nama nama pengusaha sarang burung walet yang tidak membayar pajak, dan nantinya setelah datangi wajib pajak yang tidak membayar, tempatnya akan kita tempelkan semacam spanduk yang bertuliskan objek pajak ini tidak taat membayar pajak daerah," terangnya. 

Setelah dipasang tanda, tambahnya, objek pajak itu akan diberi waktu untuk membayar hingga akhir September 2020, jika lewat akan dikenakan denda. 

"Dan kalau masih membandel akan kita rekomendasikan untuk pencabutan izinya, ini semua demi daerah," tegasnya.

‎Dirinya mengimbau agat wajib pajak, membayar pajak langsung ke Bapenda secara self assessment (menghitung dan membayar pajak oleh wajib pajak) dengan jujur sesuai dengan jumlah panen dan harga jual sarang burung walet pada saat itu.

"Wajib pajak melaporkan pajak setiap periode pajak 1 bulan sekali walaupun laporan nihil," pungkasnya.

‎Sebelumnya Bapenda Dumai, telah mensosialisasikan Perda tentang pajak sarang burung walet, sekaligus mengajak pengusaha sarang burung walet taat membayar pajak.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved