Breaking News:

Pilkada Serentak 2020 di Riau

Gerindra: Pilkada Serentak 2020 di Riau Dilaksanakan Tahun Ini, PAN: Dikaji Lebih Mendalam

"Dilanjutkan saja agar proses demokrasi tetap berjalan,"ujar Nurzahedi Tanjung kepada tribunpekanbaru.com.

Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Gerindra: Pilkada Serentak 2020 di Riau Dilaksanakan Tahun Ini, PAN: Dikaji Lebih Mendalam 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah kasus Covid-19 yang semakin meningkat di Provinsi Riau menjadi kekhawatiran banyak pihak.

Sejumlah partai menginginkan agar Pilkada Serentak 2020 di Riau ditunda pelaksanaannya hingga tahun 2021.

Namun sejumlah partai juga memiliki pandangan masing-masing, misalnya saja partai Gerindra, meskipun kasus Covid-19 terus meningkat di Riau, mereka tetap menginginkan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 digelar tahun ini.

Hal ini ditegaskan Ketua DPD Gerindra Riau Nurzahedi Tanjung, menurutnya harus dilaksanakan karena proses sudah berjalan, sehingga baiknya dilanjutkan supaya proses demokrasi juga tetap berjalan.

"Dilanjutkan saja agar proses demokrasi tetap berjalan,"ujar Nurzahedi Tanjung kepada tribunpekanbaru.com.

Saat disinggung mengenai Paslon yang masih bandel menetapkan protokol kesehatan, termasuk saat pendaftaran lalu dan deklarasi bakal calon yang sempat membuat kerumunan, menurut Nurzahedi Tanjung terpenting harus taat protokol kesehatan.

"Yang penting kampanye nanti harus ada pembatasan sesuai dengan aturan protokol kesehatan,"ujarnya.

Sementara itu itu Sekretaris DPW PAN Riau Tengku Zulmizan Assegaf mengatakan sebagai struktur di tingkat wilayah, pihaknya sangat berharap pimpinan mereka di DPP PAN mencermati dan mengkaji secara mendalam kondisi ini.

"Hasilnya kajian tersebut dibawa berkoordinasi dengan para otoritas pembuat keputusan di pusat (Pemerintah, Komisi II DPR RI, KPU RI, Bawaslu RI, dll.) untuk didapatkan keputusan yang terbaik bagi bagi rakyat banyak dan bangsa ini,"ujar Zulmizan.

Jika melihat kondisi saat ini di Riau, menurut Zulmizan kalau penularan dari hari ke hari terus meningkat dan semakin parah.

Jika tidak ada trend melandai, sebaiknya dipertimbangkan untuk menunda tahapan yang memungkinkan untuk ditunda.

"Tapi kalau dalam waktu dekat kondisi membaik, ya dilanjutkan saja dengan pengetatan protokol bagi masyarakat,"jelas Zulmizan.(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved