Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Video Berita

Video: Warga Langgam Bentrok dengan Sekuriti PT NWR Gara-gara Batas Lahan

Masyarakat tempatan baku hantam dengan sekuriti PT Nusa Wana Raya (NWR)di Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau

Penulis: johanes | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bentrok pecah di Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Senin (14/9/2020) lalu.

Masyarakat tempatan baku hantam dengan sekuriti PT Nusa Wana Raya (NWR).

Informasi yang diperoleh tribunpekanbaru.com, bentrok warga dengan sekuriti PT NWR diakibatkan oleh konflik batas lahan.

Lahan warga dengan areal perusahaan yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) itu bersempadan hingga menimbulkan gesekan antar kedua pihak.

"Informasinya ada korban luka-luka dari masyarakat maupun sekuriti. Sebelum kejadian sedang ada pengerjaan batas lahan perusahaan. Itu pemicunya," ungkap seorang sumber Tribunpekanbaru.com yang mengetahui kejadian, Selasa (15/9/2020).

Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko SIK saat dikonfirmasi membenarkan adanya bentrok antara masyarakat degan sekuriti perusahaan.

Insiden itu mengakibatkan timbulnya korban luka-luka dari kedua pihak.

Kapolres Indra berserta jajaran dan para personil langsung turun ke lokasi untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dan mengamankan situasi.

"Memang terjadi sedikit chaos di lokasi. Ada yang luka-luka sedikit. Sekarang kondisinya sudah aman dan terkendali," tutur Kapolres Indra.

Indra menyebutkan, bentrok terjadi akibat kesalahan pahaman antar kedua pihak. Saat itu PT NWR sedang membuat parit besar atau parit gajah di sekitar areal HTI miliknya, sebagai batas antar lahan perusahaan dengan warga.

Hal itu merupakan kegiatan rutin dari perusahaan untuk mengamankan arealnya, namun tidak berkoordinasi dengan masyarakat pemilik lahan yang terletak di sempadan.

Alhasil bentrok tak terhindarkan lantaran warga tidak terima dengan kegiatan itu dan di satu sisi pihak perusahaan di lokasi dalam kondisi capek. Menyebabkan luka-luka ringan baik dari sekuriti maupun masyarakat yang terlibat baku hantam.

"Saya turun langsung dan memberikan pemahaman kepada para pihak agar tidak terprovokasi serta menjaga kondisi tetap aman. Semua masalah bisa diselesaikan," tambah Indra.

Hingga kini Polres Pelalawan belum menerima laporan dari pihak perusahaan maupun masyarakat yang merasa dirugikan dalam insiden itu.

Para pihak sepakat bertemu kembali untuk membahas persoalan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved