Breaking News:

Pilih Bersihkan Kuburan atau Pakai Masker? Puluhan Warga Pilih Bersihkan Kuburan, Jangan Dicontoh

"Kita masih menerapkan sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan untuk memberikan efek jera, belum denda," sebutnya.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Pilih Bersihkan Kuburan atau Pakai Masker? Puluhan Warga Pilih Bersihkan Kuburan, Jangan Dicontoh 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Diterapkannya Peraturan walikota (Perwako) kota Dumai, Nomor 65 Tahun 2020, Tim Yustisi Protokol Kesehatan Covid-19 Kota Dumai terdiri dari aparat Satpol PP, TNI-Polri, Dinas Perhubungan, dan Gugus Tugas COVID-19 Kota Dumai melaksanakan operasi gabungan di pasar tradisional dan jalan - jalan protokol di Kota Dumai.

Kegiatan operasi gabungan dalam penegakan P‎erwako Nomor 65 Tahun 2020,‎ diawalai dengan apel di halaman kantor Satpol PP pada Senin (21/9/2020).

Kepala Satpol PP Kota Dumai, Bambang Wardoyo‎ mengungkapkan, mulai hari ini (Senin) Tim Tim Yustisi Protokol Kesehatan Covid-19 Kota Dumai akan terus menjalankan P‎erwako Nomor 65 Tahun 2020

Diakuinya, untuk tahap pertama ini, pihaknya berhasil menjaring sebanyak 45 orang dengan rincian 40 laki-laki dan 5 orang perempuan, akibat tidak menggunakan masker di Jalan Budi Kemuliaan.

Selain di Jalan Budi Kemuliaan, tambahnya, razia masker juga dilaksanakan di pasar tradisional yaitu lasar Bunda Sri Mersing dan Pasar Dock Kota Dumai.

Bambang mengaku, dihari pertama dalam menindak lanjuti Perwako Nomor 65 Tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan corona virus disease, ternyata masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya menggunakan masker di tengah pandemi Covid-19.

Lebihlanjutdijelaskanya, dalam Perwako 65 Tahun 2020 tersebut, bag‎i perorangan yang melanggar protokol kesehatan akan dikenai Denda administratif sebesar Rp100.000, bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum akan didenda sebesar Rp200.000.

Sedangkan untuk PNS dan Non PNS di lingkungan pemerintah kota Dumai, tambahnya, akan didenda Rp200.000, sedangkan ‎Non PNS didenda Rp100.000.

Akan tetapi, jelas Bambang, pihaknya masih menerapkan sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan untuk memberikan efek jera.

"Kita masih menerapkan sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan untuk memberikan efek jera, belum denda," sebutnya.

Bambang Mengakui, saat razia di pasar Bunda Sri Mersing dan Pasar Dock, Sanksi sosial yang pihaknya berikan, seperti push up, bernyanyi lagu Indonesia Raya dan membacakan Pancasila.

Sedangkan yang terjaring razia di Jalan Budi Kemuliaan, tambah bambang, hukum sanksi sosial yang diberikan yakni membersihkan jalan hingga membersihkan kuburan Budi Kemuliaan.

Bambang Wardoyo berharap, sanksi sosial dapat memberikan efek jera dan menjadi contoh serta panutan bagi warga lainnya agar menjalankan protokol kesehatan Covid-19 salah satunya menggunakan masker untuk mencegah penularan virus Corona.

"Tidak hanya hari ini, Operasi Yustisi akan kita laksanakan secara terus menerus.

Kami berharap, Operasi Yustisi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran virus Corona di Kota Dumai," Pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved