Breaking News:

Incar Pelanggan Melalui Website, Dokter Buka Klinik Aborsi, Digerebek Polisi Saat Layani Pasien

Kami melakukan penggeledahan di 1 klinik di daerah percetakan negara dan mengamankan 10 orang yang merupakan satu pengungkapan kasus aborsi ilegal

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
.
Incar Pelanggan Melalui Website, Dokter Buka Klinik Aborsi, Digerebek Polisi Saat Layani Pasien. Foto: Ilustrasi aborsi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Polda Metro Jaya kembali menggerebek klinik-aborsi-ilegal' title=' klinik aborsi ilegal'> klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat pada Rabu (9/9/2020) lalu.

Dalam operasi penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 10 orang sebagai tersangka.

Penggerebekan tersebut berawal dari laporan masyarakat mengenai dugaan adanya praktek klinik-aborsi-ilegal' title=' klinik aborsi ilegal'> klinik aborsi ilegal di dalam suatu klinik yang berbentuk rumah.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di tempat tersebut.

"Kami melakukan penggeledahan di 1 klinik di daerah percetakan negara dan mengamankan 10 orang yang merupakan satu pengungkapan kasus aborsi ilegal," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Yusri mengatakan 10 orang yang diamankan itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah LA, DK, NA, MM, YA, RA, LL, ED, SM dan RS.

Dalam prakteknya, seluruh tersangka memiliki peran yang berbeda-beda di klinik tersebut.

Di antaranya, pemilik klinik, dokter, petugas kasir, suster, penjaga keamanan, petugas kebersihan, hingga pasien aborsi.

"Total semuanya ada 9 orang sebagai orang yang bekerja di klinik tersebut.

1 orang lagi adalah pasien aborsi.

Kita lakukan penggeledahan di sana, kita amankan 10 orang," jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan klinik tersebut mencari pelanggan yang ingin mengugurkan kandungan secara online melalui website klinik aborsiresmi.com.

Nantinya, pelanggan diminta mendatangi klinik usai membuat janji.

"Bagaimana cara mereka menarik pasien? Itu melalui website.

Ada 1 website, website itu adalah klinik aborsiresmi.com.

Nanti kita koordinasi dengan Kominfo, juga nanti dengan cyber untuk bisa patroli lagi, karena ini sangat terbuka sekali di website tersebut," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved