Pesuruh Menang Pilkada Lawan Atasannya, Awalnya Dipasang untuk Gantikan Kotak Kosong

Namun akhirnya, ternyata perempuan tukang sapu itu menang dalam pemilihan kepala desa di Rusia

Editor: Nurul Qomariah
ChinaSmack/OddityCentral
Ilustrasi tukang sapu 

TRIBUNPEKANBARU.COM, POVALIKHINO - Perubahan nasib seseorang tidak ada yang tahu.

Seperti yang dialami seorang perempuan tukang bersih-bersih di Rusia.

Awalnya dia hanya dijadikan sebagai pemanis agar sang bos tidak melawan kotak kosong.

Namun akhirnya, ternyata perempuan tukang sapu itu menang dalam pemilihan kepala desa di Rusia.

Dia mengalahkan atasannya yang justru memasangnya untuk menggantikan kotak kosong.

Hadapi Perkara Dugaan Korupsi Rp 3,4 Miliar Wabup Bengkalis Nonaktif, Kejati Riau Kerahkan 9 JPU

Drama Pelarian Buronan Kejagung Selama 3 Tahun, Maling Uang Negara, Ngumpet di Pulau Terpencil

Lapor Pak Mendagri Tito Karnavian, Tersangka Pencabulan ABG Belia Kok Jadi Plt Bupati Buton Utara?

Marina Udgodskaya, 35 tahun, sengaja ditempatkan oleh atasannya yang tak mau menang mutlak melawan kotak kosong.

Tak dinyana, Marina justru menang telak.

Dia mendapat suara dua kali lebih banyak dari atasannya tersebut yang merupakan mantan pemimpin dewan desa.

Marina terkejut dengan hasil itu, dan memutuskan akan mengambil peran sebagai pemimpin daerah.

Program prioritasnya adalah membangun fasilitas bermain untuk anak-anak.

Kejadian ini berlangsung di Povalikhino, daerah kumpulan dari sembilan dusun, yang dapat dijangkau dari Moskwa dengan berkendara selama 9 jam.

Marina Udgodskaya tak pernah punya niat untuk ikut pemilu kepala daerah di kawasan berpenduduk 400 jiwa itu.

Dia dimajukan oleh bosnya yang berafiliasi dengan partai Presiden Vladimir Putin, Rusia Bersatu.

Beberapa orang yakin, kemenangan Marina terjadi karena partai-nya Putin sangat tidak populer di kawasan tersebut.

Sebagian lainnya mengatakan, pengabaian pemerintah terhadap daerah pedesaan menimbulkan ketidakpercayaan penduduk desa terhadap pemerintah pusat.

Marina Udgodskaya mengatakan, prioritas program pembangunan pertamanya adalah membangun kolam renang untuk anak-anak.

Dua mentor telah ditunjuk untuk membantunya menjalankan pemerintahan di Povalikhino.

Sampai akhir bulan ini, Marina masih menjalankan pekerjaannya sebagai tukang bersih-bersih, sebelum akhirnya duduk sebagai kepala daerah Povalikhino.

Facebook Hapus 3 Jaringan asal Rusia, Diduga Intervensi Pemilu AS

Facebook menghapus tiga jaringan terpisah asal Rusia yang diduga punya keterkaitan dengan intervensi pemilihan umum di Amerika Serikat (AS).

Tiga jaringan tersebut melanggar kebijakan Facebook terhadap campur tangan asing atau pemerintah yang merupakan perilaku tidak autentik terkoordinasi (coordinated inauthentic behavior/CIB) atas nama entitas asing atau pemerintah.

Di setiap jaringan, orang-orang di balik aktivitas ini berkoordinasi satu sama lain dan menggunakan akun palsu.

"Jaringan yang kami umumkan hari ini menargetkan banyak negara di seluruh dunia dan memiliki pengikut yang sangat terbatas secara global pada saat terjadi disrupsi," tulis Facebook, Kamis (24/9/2020).

Sebagian besar aktivitas mereka berfokus pada dua hal.

Pertama, menciptakan entitas dan persona media fiktif atau yang tampak independen untuk merangkul individu guna memperkuat konten mereka.

Kedua, mereka mengarahkan orang ke situs web lain yang dikendalikan operasi ini.

"Serupa dengan jaringan berbasis Rusia yang kami hapus pada Agustus lalu, operasi ini bekerja di banyak layanan internet dan berusaha untuk mempekerjakan kontributor dan menyebarkan cerita mereka kepada organisasi berita," kata Facebook.

Untuk mengantisipasi jaringan ini melakukan penipuan dengan target jurnalis dan tokoh masyarakat, Facebook lantas menghapus jaringan ini.

Penghapusan jaringan ini juga langkah Facebook dalam mengantisipasi terjadinya operasi peretasan dan kebocoran.

Peretasan dan kebocoran diartikan sebagai pencurian informasi sensitif yang kadang dimanipulasi dan dirilis untuk mempengaruhi debat publik.

"Ini salah satu ancaman yang sangat kami fokuskan dan khawatirkan jelang pemilihan umum November di AS," ujar Facebook.

Tiga jaringan yang dihapus Facebook itu belum terlihat terlibat dalam upaya tersebut atau secara langsung menargetkan pemilu AS 2020.

Namun, mereka terhubung dengan aktor yang berkaitan dengan campur tangan pemilu AS di masa lalu, termasuk aktor yang terlibat dalam DC Leaks pada 2016.

Rincian Operasi 3 Jaringan

Pada jaringan pertama, Facebook menghapus 214 pengguna Facebook, 25 halaman, 18 grup Instagram, dan 34 akun Instagram.

Kegiatan ini berasal dari Rusia, fokusnya di Suriah dan Ukraina.

Mereka menggunakan akun palsu untuk membuat persona fiktif yang rumit di banyak layanan internet dan menyamar sebagai jurnalis untuk menghubungi organisasi berita.

Mereka juga mengaku sebagai penduduk lokal di negara yang menjadi target.

Mereka mempromosikan konten yang terkait dengan dugaan kebocoran informasi yang membahayakan di masa lalu.

Orang-orang di belakang kampanye ini membuat posting dalam banyak bahaya, termasuk Inggris, Ukraina, Rusia, dan Arab.

Isi kampanyenya antara lain perang saudara Suriah, politik dalam negeri Turki, dan masalah geopolitik di kawasan Asia Pasifik.

Pada jaringan kedua, Facebook menghapus satu laman, lima akun Facebook, satu grup Facebook, dan tiga akun Instagram.

Jaringan kecil ini berasal dari Rusia, utamanya di Turki dan Eropa, juga AS.

Operasi ini mengandalkan akun palsu dan mengarahkan orang ke situs mereka yang diklaim sebagai think-tank independen berbasis di Turki.

Akun ini menyamar sebagai penduduk lokal yang berbasis di Turki, Kanada, dan AS.

Mereka juga merekrut orang untuk menulis di situs web mereka.

Posting yang mereka keluarkan di luar platform utamanya dalam bahasa Inggris dan Turki.

Isinya, berita global dan peristiwa terkini yang relevan dengan negara sasaran.

Informasi yang mereka sebarkan termasuk pemilihan lokal, konspirasi geopolitik, pemilihan presiden dan parlemen di Hong Kong, Spanyol, Inggris Raya, dan AS.

"Meski orang-orang di balik aktivitas ini berusaha menyembunyikan identitas dan koordinasi mereka, penyelidikan kami menemukan tautan ke individu yang terkait dengan aktivitas masa lalu oleh Badan Riset Internet Rusia (IRA)," tulis Facebook.

Sementara, pada jaringan ketiga, Facebook menghapus 23 akun Facebook, 6 halaman, dan 8 akun Instagram.

Jaringan ini berasal dari Rusia dengan fokus pada audiens global, negara-negara tetangga Rusia, termasuk Belarus.

Mereka menggunakan kombinasi akun asli dan palsu untuk membuat persona fiktif, menciptakan posting dan mengomentari konten, serta mengarahkan orang ke situs web tertentu yang diklaim sebagai jurnal independen.

Persona palsu ini menyamar sebagai editor dan peneliti meminta artikel untuk situs web tersebut.

Jaringan ini membuat posting, utamanya dalam bahasa Rusia dan Inggris, tentang protes dan pemilihan umum di Belarus dan politik Rusia dan Ukraina.

Hubungan Rusia-NATO serta kritik terhadap kebijakan luar negeri AS juga menjadi bahan posting.

"Penyelidikan kami menemukan hubungan (jaringan ini) dengan individu-individu di Rusia, termasuk mereka yang terkait dengan dinas intelijen Rusia," kata Facebook.

(Sumber:kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden, gara-gara Gantikan Kotak Kosong"

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Facebook Hapus 3 Jaringan asal Rusia, Diduga Intervensi Pemilu AS"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved