Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Video Berita

Video: Bisa Dimanfaatkan Pihak Tidak Bertanggungjawab, Kadisdukcapil Kuansing: Jaga E-KTP Baik-baik

Jangan sampai hilang sebab bisa dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kuansing, Refendi Zukman mengingatkan warga untuk menjaga E-KTP miliknya.

Jangan sampai hilang sebab bisa dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Pesan tersebut disampaikan Refendi Zukmam kala membagi E-KTP milik warga Desa Koto Baru, Kecamatan Singingi Hili, Kamis (1/10/2020).

Ada ratusan E-KTP yang dibagikan.

"Jangan sampai hilang. Karena data ada di sini semua dan terkoneksi ke pusat.

Bau Menyengat dan Sampah Menumpuk Belasan Tahun, TPS Ilegal di Kelurahan Delima Pekanbaru Ditutup

Video: Terus Digesa, Konversi BRK ke Perbankan Syariah Ditargetkan Tuntas Awal Tahun Depan

Kalau hilang, takutnya dimanfaatin pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," kata Refendi Zukman.

Pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut bisa menggubakan E-KTP untuk tindakan kejahatan. Sehingga akan berdampak pada si pemilik E-KTP.

"Misalnya untuk pijaman online dan lainnya. Makanya saya minta jangan sampai hilang," pintanya.

Bila pun hilang, ia meminta warga untuk segara membuat laporan kehilangan ke pihak yajg berwajib. Selain itu mengurus kembali E-KTP ke Disdukcapil.

Ia meminta warga yang sudah memiliki E-KTP namun hilang, tidak perlu melamukan perekaman ulang. Begitu juga kalau E-KTP rusak.

Bila merekam ulang, katanya, data warga tersebut double di pusat. Nah, ini yang merusak sistem.

"Larena duplicate records, ngak bisa nnati E-KTP dicetak. Jadi janhan pernah rekam ulang," terangnya.

Kabar Gembira, Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Riau Diperpanjang Hingga 15 Desember

Jumlah E-KTP warga yang dibagikan di Desa Koto Baru tersebut sebanyak 129 E-KTP. Padahal sebelumnya, ada 142 warga yang melakukan perekaman.

"E-KTP warga yang tidak tercetak itu karena duplicate records. Ada yang sudah memilkki E-KTP," terangnya.

Program turin ke desa-desa ini dimulai sejak awal Agustus lalu. Salah satu penyebabnya, mirisnya alat perekaman E-KTP di tingkat kecamatan juga jadi penyebab.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved