Breaking News:

Penanganan Covid

MASYARAKAT Harus Tahu Ini, Harga Tes Swab Rp 900 Ribu, Awasi Kalau Ada yang Patok Harga Tinggi

Jangan sampai tidak tahau. Harga tes swab Rp 900 ribu. Jangan sampai anda membayar lebih dari harga segitu. Awasi faskes yang 'bandel'

Editor: Budi Rahmat
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas medis usai melayani warga yang melakukan rapid test di Kelurahan Pondok Betung, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (14/5/2020). Kementerian Kesehatan mengalokasikan anggaran berupa dana siap pakai untuk insentif bagi tenaga kesehatan sebesar Rp 5,2 triliun dalam rangka penanganan pandemi virus corona (Covid-19). 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Penting. Masyarakat harus tahu ini. harga untuk sekali tes swab Rp 900 ribu.

JIka ada yang mematok harga di atas harga  tersebut awasi.

Harga tes swab tersebut sudah dipastikan oleh kemenkes. Itu sudah mempertimbangkan dan dilakukan pengkajian dengan badan terkait.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Abdul Kadir menjelaskan alasan ditetapkannya harga acuan tertinggi tes swab Covid-19 yang dilakukan secara mandiri.

Dia menyebut selama ini ada perbedaan (disparitas) dari biaya tes swab yang dilakukan secara mandiri.

"Untuk itu perlu penetapan batas tertinggi dengan memperhatikan biaya pokok dan komponen lainnya," ujar Abdul Kadir sebagimana dikutip dari siaran konferensi pers yang ditayangkan Kompas tv, Jumat (2/10/2020).

"Tentunya dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan kepentingan fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan," lanjutnya.

Abdul Kadir mengungkapkan, penetapan harga acuan tertinggi tes swab ini telah melalui tiga kali pembahasan antara Kemenkses dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Selain itu, juga berdasarkan analisis dan survei kedua pihak dari fasilitas kesehatan yang ada.

"Sebagai acuan di dalam penghitungan batas tertinggi pengambilan swab, kami hitung komponen biaya yang terdiri dari beberapa hal," tutur Abdul Kadir.

Pertama, jasa pelayanan atau jasa SDM.

 

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, Hardianto mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 di Pekanbaru, Kamis (3/9/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir).
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, Hardianto mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 di Pekanbaru, Kamis (3/9/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir)

Menurutnya, pihaknya telah menghitung jasa pelayanan yang terdiri atas jasa dokter mikrobiologi klinis atau dokter patologi klinis, tenaga ekstraksi, jasa pengambilan sampel dan jasa ahli teknologi laboratorium medis (ATLM).

Kedua, komponen bahan habis pakai yang terdiri dari berbagai macam alat habis pakai dan termasuk di dalamnya APD level III.

"Di samping itu kami juga menghitung harga reagen. Yakni terdiri dari reagen ekstraksi dan harga reagen PCR itu sendiri," ungkal Abdul Kadir.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved