Wow, 59 Peti Mati Kuno Ditemukan Arkeolog di Mesir, Berisi Mummy Yang Diyakini Berusia 2.500 Tahun
Mengagumkan, 59 peti mati kuno berisikan mumi ditemukan arkeolog di Mesir, Sabtu (3/10/2020) akhir pekan lalu.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Mengagumkan, 59 peti mati kuno berisikan mumi ditemukan arkeolog di Mesir, Sabtu (3/10/2020) akhir pekan lalu.
Arkeolog menemukan 59 peti mati kuno yang terawetkan dengan baik dan terkubur lebih dari 2.500 tahun yang lalu.
Setelah salah satu sarkofagus berhias ornamen klasik itu dibuka, tim penemu mengungkapkan sisa-sisa mumi masih dibungkus dengan kain penguburan bertuliskan hieroglif dalam warna-warna cerah.
Artefak bersejarah itu ditemukan di Saqqara, selatan Kairo, yang merupakan permakaman ibu kota Mesir kuno Memphis yang diabadikan jadi situs Warisan Dunia UNESCO.
"Kami sangat senang dengan penemuan ini," kata Mostafa Waziri Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala.
Sejak penemuan 14 peti mati kuno hampir 3 minggu lalu, kini lebih banyak peti mati lainnya yang ditemukan di kedalaman hingga 12 meter.
Sejumlah peti mati lainnya mungkin masih terkubur di sana, ujar Menteri Pariwisata dan Barang Antik Khaled Al Anani di situs itu, yang berada dekat piramida Djoser berusia 4.700 tahun.
"Jadi hari ini bukan akhir dari penemuan, saya anggap itu awal dari penemuan besar," ujarnya dikutip dari AFP.

• Menkes Terawan Kirim Dokter Cantik dan Tim ke Riau, Sebut Idul Fitri Tak Buat Kasus Covid-19 Naik
• Hindari Mandi di Jam Berikut Ini untuk Hindari Risiko Penyakit Hingga Kematian
• Bobol 3.070 Rekening, Sindikat Asal Sumsel Ini Kantongi Rp 21 Miliar, Beli Rumah dan Mobil Mewah
Peti mati yang disegel lebih dari 2.500 tahun lalu itu berasal dari Periode Akhir Mesir kuno, dari sekitar abad keenam atau ketujuh SM, tambah menteri tersebut.
Penggalian di Saqqara dalam beberapa tahun terakhir menemukan banyak artefak serta mumi ular, burung, kumbang scarab, dan hewan-hewan lainnya.
Penemuan besar Penemuan peti mati kuno ini adalah pengumuman besar pertama sejak wabah Covid-19 di Mesir, yang membuat museum-museum dan situs-situs arkeologi harus tutup selama sekitar tiga bulan mulai akhir Maret.
Puluhan patung juga ditemukan di daerah itu, termasuk patung perunggu yang melambangkan Nefertem dewa kuno bunga teratai.

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa sarkofagus itu kemungkinan besar milik para pendeta, negarawan senior, dan tokoh terkemuka dalam masyarakat Mesir kuno dari dinasti ke-26, kata Anani.
Semua peti mati akan dibawa ke Museum Agung Mesir yang akan segera dibuka di dataran tinggi Giza, tambahnya.
Peti-peti itu akan ditempatkan di seberang aula yang berisi 32 sarkofagus tersegel lainnya untuk para pendeta dari dinasti ke-22, yang ditemukan tahun lalu di kota Luxor.