Mahasiswa Soroti Surat DPRD Riau Aspirasi Penolakan Omnibus Law,Tak Ada Stempel dan Nomor Surat

Mahasiswa menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam surat yang berisi tuntutan mahasiswa Riau terhadap penolakan UU Cipta Kerja

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
Satu unit mobil patroli milik petugas kepolisian yang diparkir di pinggir Jalan Sudirman menjadi sasaran mahasiswa yang demo menolak UU Cipta Kerja di DPRD Riau,Kamis (8/10/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Surat resmi DPRD Riau yang akan ditayangkan ke DPR RI dan Presiden RI menjadi sorotan publik di Provinsi Riau.

Pasalnya, terdapat sejumlah kejanggalan dalam surat yang berisi tuntutan mahasiswa Riau terhadap penolakan UU Cipta Kerja tersebut.

Surat tersebut ramai menjadi perbincangan setelah Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto menemui mahasiswa dari Cipayung Plus Kota Pekanbaru dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law, Jumat (9/10/2020) dengan menunjukkan surat yang akan dikirim ke presiden dan DPR menyikapi aksi unjukrasa di Riau.

Baca juga: PSBM di Kota Pekanbaru Berakhir Besok, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Bakal Rapat Evaluasi Hari Rabu

Baca juga: Penerbang Paralayang Bawa Spanduk di Udara,Sosialisasi dan Penindakan Tim Satgas Covid-19 di Kampar

Baca juga: Manfaat Buah Pala untuk Kecantikan, Cerahkan Kulit hingga Menyehatkan Rambut

Surat aspirasi yang beredar di beberapa grup WhatsApp ini, tampak nomor suratnya tidak jelas dan hanya ada angka 165/ saja, sementara sisanya masih kosong.

Begitu juga dengan tanggal surat juga tidak tertera alias kosong.

Kemudian, pada tanda tangan Hardianto juga tidak dibubuhi stempel DPRD Riau, hanya tanda tangan dari tinta pena berwarna biru saja.

"Surat pertama yang belum ada stempel, nomor surat dan tembusan. Surat tersebut juga tidak diberi tembusan kepada instansi terkait sebagaimana mestinya surat resmi," ujar Hendri Pratama, seorang mahasiswa di Riau kepada Tribunpekanbaru.com Senin (12/10/2020).

Menanggapi temuan tersebut ini, Sekretaris DPRD Riau, Muflihun, Senin (12/10/2020) mengatakan surat tersebut memang benar surat yang dibawa oleh Hardianto saat menjumpai massa.

Namun surat itu bukanlah surat yang akan dikirimkan DPRD Riau ke Presiden.

Uun sapaan akrab Muflihu mengatakan, surat itu dibawa oleh Hardianto dengan kondisi kosong tanpa tandatangan.

Setelah mahasiswa menyetujui surat itu, barulah Hardianto menandatangani surat itu langsung di hadapan para mahasiswa.

"Surat kemarin itu masih dalam proses sebenarnya, tapi ternyata sudah tersebar ke luar, surat itu belum dikasih nomor dan belum dikasih stempel, jadi saya berharap jangan ada anggapan bahwa lembaga DPRD Riau tidak mengerti tata cara bersurat," kata Uun.

Mahasiswa di Riau Ancam Kembali Turun ke Jalan

Perwakilan anggota DPRD Riau menemui massa aksi, Jumat (9/10/2020) petang.
Perwakilan anggota DPRD Riau menemui massa aksi, Jumat (9/10/2020) petang. (Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda)

Ribuan Mahasiswa dari sejumlah kampus di Riau akan kembali turun ke jalan. Mereka akan melakukan unjukrasa dengan tuntutan yang sama, yakni menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Meski belum diputuskan jadwal pastinya, namun seluruh Mahasiswa di sejumlah kampus di Riau sudah sepakat akan kembali turun ke jalan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved