Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mahasiswa UGM Dipaksa Mengaku sebagai Provokator dan Dianiaya Polisi, Ini Penjelasan Kapolresta

Seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada atau UGM berinisial ARN (20) mengaku dianiaya polisi dan dipaksa mengaku sebagai provokator

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Tribunnewswiki.com/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Mahasiswa UGM Dipaksa Mengaku sebagai Provokator dan Dianiaya Polisi, Ini Penjelasan Kapolresta 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada atau UGM berinisial ARN (20) mengaku dianiaya polisi dan dipaksa mengaku sebagai provokator.

Pasalnya, ia babak belur setelah mengaku dianiaya aparat kepolisian saat mengikuti aksi unjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020).

Tidak hanya dianiaya, ia juga mengaku dipaksa oleh aparat tersebut untuk mengaku sebagai provokator.

Diceritakan ARN, kejadian itu berawal saat aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan gedung DPRD berakhir dengan ricuh.

“Empat personel diganggu massa, saya yakin anak SMA atau SMK.

Satu personel terprovokasi, kebetulan posisi saya pas di belakang personel itu.

Mulai bentrok dan ricuh, saya ikut mundur bersama polisi, saya masuk ke aula DPRD,” kata ARN melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan, Minggu (11/10/2020).

Saat berusaha berlindung itu ia ditangkap aparat dan dibawa bersama demonstran lain ke atas gedung DPRD untuk dilakukan interogasi.

Di lokasi tersebut, ia dianiaya aparat kepolisian tanpa ampun.

“Kepala dan muka saya beberapa kali dipukul, sampai gagang kacamata saya patah,” kata dia.

Dipaksa Mengaku sebagai Provokator

Selain mendapat perlakuan kekerasan dari aparat, ponselnya saat itu juga diperiksa.

Setelah mengetahui percakapan dengan temannya, aparat itu memaksanya untuk mengaku sebagai provokator dalam kerusuhan tersebut.

"Mereka anggap chat saya dengan mahasiswi ini untuk provokasi demo Gedung DPRD jadi ricuh,” kata ARN.

Akibat luka yang dideritanya itu, ia sempat dirawat di Rumah sakit Bhayangkara Yogyakarta.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved