Breaking News:

Detik-detik Kronologi 3 Perempuan Rohingya Hendak Dibawa Kabur ke Medan, Pelaku Diupah Rp 1 Juta

Ada tiga perempuan Rohingya yang dibawa kabur.Korban sengaja dijemput di wisma dan hendak dibawa ke Kota Medan.

Editor: Budi Rahmat
AP
Pengungsi Rohingya yang terdampar di Sumatra dibawa ke penampungan sementara di Seunuddon, Aceh, Indonesia, 10 Mei 2015. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Inilah detik-detik kronologi pengungkapan upaya membawa kabur tiga orang perempuan Rohingya ke wilayah Medan.

Satu orang wanita dan satu pria diamankan. masing-masing bertugas melobai perempuan Rohingya agar mau ikut sedangkan yang pria sopir mobil.

Ternyata wanita yang diamankan oleh Kodim 0103 Aceh Utara sengaja menjempur perempuan muda Rohingya dan diupah Rp 1 juta.

Lalu untuk apa perempuan muda Rohingya dibawa kbaur dan dipekerjakan dimana?

Tiga gadis muda pengungsi Rohingya diselamatkan Kodim 0103 Aceh Utara
Tiga gadis muda pengungsi Rohingya diselamatkan Kodim 0103 Aceh Utara (SERAMBINEWS)

Kronologi Pengungkapan

TP (42) wanita asal Medan, Sumatera Utara, terduga Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mengaku menerima upah Rp 1 juta guna membawa kabur tiga perempuan imigran Rohignya dari tempat penampungan di Gedung BLK Lhoksumawe.

Sebelum diamankan anggota Kodim 0103/Aceh Utara pada Selasa (13/10/2020) malam, pelaku mengaku sudah dua kali mendatangi tempat penampungan imigran tersebut, sebelum dibawa menuju Kota Medan.

Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto membenarkan kasus tersebut. "Tadi malam, sudah dilakukan pengungkapan oleh Dan Posramil Muara Dua, Peltu Ilham Putra dan anggota Unit Intel Kodim Aceh Utara di lokasi penampungan imigran Rohingya,” kata Oke Kistiyanto kepada Serambi, Rabu (14/10/2020).

Dandim mengatakan, adapun satu terduga pelaku jaringan sindikat TPPO seorang wanita yaitu TP (42) asal Medan. Di mana pada Selasa (13/10/2020) sekira pukul 18.30 WIB, mencoba membawa tiga wanita Rohingya ke Medan. “Sudah sempat dibawa tiga wanita Rohingya yaitu Umai Habibah (16), Nur Fatimah (23) dan Furiza Begum (22),” terang Letkol Arm Oke.

Dandim menyatakan, TP dalam aksinya dibantu seorang sopir angkutan labi-labi, yaitu FZ (45) asal Lhokseumawe dengan memanfaatkan situasi ketika semua orang sedang shalat magrib. Setelah ditangkap, TP dan FZ, serta tiga wanita Rohingya langsung digiring ke Markas Kodim 0103 Aceh Utara untuk dimintai keterangan sebelum diserahkan kepada Polres Lhokseumawe.

Menurut informasi, pada Kamis (8/10/2020), salah satu pengungsi Rohingnya yang sudah lama di Medan yaitu Selim Indon (WN Myanmar) meminta pelaku bekerja sebagai tukang setrika. Selain itu, TP diminta untuk menjemput imigran Rohingnya. “Jadi pengakuan TP pada Kamis (8/10/2020), ia berangkat dari Medan menuju Lhokseumawe dan tiba di simpang Selat Malaka pada Kamis (9/10/2020) sekitar pukul 02.00 WIB dinihari," ujar Dandim.

Selanjutnya, dia menginap di salah satu wisma Pasee, Desa Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Namun, sambung Dandim, Dikarenakan ketiga imigran tersebut tidak bisa di keluarkan dari lokasi penampungan, maka TP pada Sabtu (10/10/2020) sekira pukul 01.00 WIB kembali lagi ke Medan.

“Nah, pada Senin (12/10/2020) sekira pukul 20.00 WIB, TP kembali berangkat menuju Lhokseumawe dengan menggunakan angkutan umum jenis Toyota Hiace. Dia diberi ongkos sebesar Rp 1 juta,” papar Dandim.

Selanjutnya, kata Dandim, TP menggunakan becak motor menuju kembali ke lokasi wisma. Lalu, pada pukul 15.00 WIB, TP menuju terminal angkutan umum labi-labi di Desa. Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Di sana, dia bertemu sopir angkutan umum, FZ untuk memmbuat sebuah kesepakatan perencanaan membawa kabur wanita Rohingnya.

“Pada pukul 18.30 WIB, FZ diminta menjemput imigran itu di BLK Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua. Dia menerima ongkos menjemput dari tempat penampungan menuju terminal lagi-labi sebesar Rp 200 ribu,” sebut Letkol Arm Oke.

Pada pukul 18.00 WIB, FZ menjemput TP di wisma dan selanjutnya bersama-sama menuju ke BLK Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua. Sesaat tiba di sana, FZ menunaikan shalat magrib, sementara TP pergi menuju lokasi penampungan. “Selesai shalat, FZ ditelepoh oleh TP untuk membawa mobil ke belakang BLK untuk menjemput tiga imigran Rohingya,” jelas Dandim Aceh Utara, Letkol Oke.

Setelah itu, ketiga wanita imigran langsung masuk ke dalam mobil labi-labi milik FZ. Selanjutnya, kata Dandim, pada pukul 20.00 WIB, ketika para terduga pelaku sedang membeli jus, langsung disergap dan ditangkap oleh personil Kodim 0103/Aceh Utara yang dipimpin Danpos Ramil Muara Dua, Pelda Ilham Putra. “Setelah dilakukan penangkapan, kemudian dibawa ke Pos penjagaan di BLK untuk dilakukan pemeriksaan awal,” timpal Dandim.

Selanjutnya, kedua pelaku bersama tiga imigran Rohignya dibawa ke Makodim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Para pelaku TPPO dan tiga imigran beserta barang bukti selanjutnya diamankan ke Mapolres Lhokseumawe untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” demikian Letkol Arm Oke Kistiyanto.(zak)

 Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Wanita Asal Medan Diupah Rp 1 Juta, Hendak Bawa Kabur Rohignya,

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved