Breaking News:

Mau Jadi Kepala Daerah Harus Siapkan Rp 65 Miliar, Dari Mana Uangnya?

Biaya untuk duduk menjadi Calon Kepala Daerah tidak murah, uang puluhan miliar rupiah harus disiapkan.

Editor: Ilham Yafiz
Tribun Jogja / Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pilkada 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Biaya untuk duduk menjadi Calon Kepala Daerah tidak murah, uang puluhan miliar rupiah harus disiapkan.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Firli Bahuri mengungkapkan, setidaknya calon wali kota/bupati harus mengantongi minimal Rp65 miliar.

"Jadi ini wawancara indepth interview, ada yang ngomong Rp 5 sampai Rp 10 miliar. Tetapai ada juga yang ngomong kalau mau ideal menang di pilkada itu, bupati/wali kota setidaknya punya uang Rp 65 miliar," ucap Firli dalam Webinar Nasional Pilkada Berintegritas 2020 yang ditayangkan melalui saluran Youtube KPK, Selasa (20/10/2020).

Menurut penuturan si calon kepala daerah yang diwawancarai Firli itu, ia hanya memiliki duit Rp18 miliar.

"Uang memang masih menjadi kunci untuk memenangkan pertarungan dalam pilkada," kata Firli.

Dikatakan Firli, politik uang yang sangat besar ini yang menjadi beban bagi para kepala daerah terpilih lantaran harus mengembalikan uang yang selama masa kampanye dia keluarkan.

Menurutnya, hal ini yang masih menjadi pekerjaan rumah, tak hanya bagi KPK, namun bagi semua masyarakat.

"Ini PR kita bersama. Dari mana uangnya? Uangnya dibiayai oleh pihak ketiga, dan hasil penelitian kita 82,3 persen, biaya itu dibantu oleh pihak ketiga, 2017, 82,6 persen dibantu oleh pihak ketiga, 2018, 70,3 persen dibantu oleh pihak ketiga," kata Firli.

Firli mengungkapkan, berdasarkan penelitian, pihak ketiga mau membantu lantaran dijanjikan sesuatu oleh para calon kepala daerah jika nantinya terpilih.

Kebanyakan janji yakni dengan memudahkan pihak ketiga mendapatkan proyek dalam pemerintahan di daerah tersebut.

"Artinya, para calon kepala daerah ini sudah menggadaikan kekuasannya kepada pihak ketiga yang membiayai biaya Pilkada. Kalau itu terjadi sudah tentu akan terjadi korupsi, dan tentu juga akan berakhir pada masalah hukum," ujar Firli.

Baca juga: Heboh Tahanan di Lapas Khusus Wanita Banyak yang Hamil, Setelah Ditelusuri Mengarah ke Seorang Pria

Baca juga: GILA! Laki Bini ini Pesta Seks Dengan Anjing, Sempat Lakukan Dengan Ayam Hingga Mati

Baca juga: Sejumlah Anggota Reserse Bareskrim Polri Datangi Rumah Ahmad Yani, Saya Nyaris Ditangkap

Riau Masuk Daerah Dengan Kasus Korupsi Tertinggi

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengingatkan calon Kepala Daerah untuk berintegritas dan tidak korupsi.

Terungkap hampir seluruh provinsi telah tersangkut kasus Tindak Pidana Korupsi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved