Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Permudah Birokrasi dan Alur Kunjungan, Lapas Bengkalis Luncurkan Aplikasi Silapis

Pembenahan dilakukan di pelayanan kunjungan Lapas Bengkalis dengan meluncurkan sebuah aplikasi berbasis Android bernama Silapis

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Kalapas Bengkalis Edi Mulyono 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Sebagai upaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bengkalis mulai berbenah.

Pembenahan dilakukan di pelayanan kunjungan Lapas Bengkalis dengan meluncurkan sebuah aplikasi berbasis Android bernama Silapis.

Silapis ini merupakan akronim dari sistem layanan Lapas Bengkalis, aplikasi ini bisa di download langsung melalui play store smartphone.

Silapis diciptakan guna mempermudah masyarakat saat akan berkunjung ke Lapas Bengkalis.

Baca juga: RAMPOK Toko Emas, Hasilnya Bukan untuk Foya-foya Tapi Investasi Dalam Bentuk Tanah dan Kendaraan

Baca juga: PERIH, Politisi Thailand Iris Nadi Pakai Pisau Saat Sidang Parlemen,Rekan Panik Hentikan Pendarahan

Baca juga: Separuh Badan Jalan Amblas,Gubri Khawatirkan Pengendara yang Melintasi Jalan Lintas Riau-Sumbar

Masyarakat tidak perlu repot lagi antre di Lapas saat akan berkunjung membesuk anggota keluarganya yang menjalani masa hukuman.

Dengan Silapis warga cukup mendaftarkan diri dari rumah sebelum berkunjung.

Kemudian langsung bisa bertemu anggota keluarganya di Lapas pada saat jam kunjungan.

Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Bengkalis Aris Yuliyanta memaparkan, ide menciptakan aplikasi berangkat dari kondisi antrean pendaftaran kunjungan yang cukup ramai.

Keluarga butuh waktu lama saat ingin berkunjung melihat anggota keluarganya.

Bertolak dari hal itu, Lapas Bengkalis ingin mempermudah masyarakat untuk bertemu anggota keluarganya.

"Kita lihat antrean kunjungan dulunya sebelum Covid 19 begitu ramai. Sehingga banyak waktu pihak keluarga habis antre saja saat akan berkunjung," ungkap Aris.

KPLP Lapas Bengkalis Aris Yuliyanta saat memaparkan bagaimana menggunakan Apilkasi Silapis, Selasa (27/10/2020).
KPLP Lapas Bengkalis Aris Yuliyanta saat memaparkan bagaimana menggunakan Apilkasi Silapis, Selasa (27/10/2020). (istimewa)

Dengan tekad memperbaiki pelayanan memotong birokrasi namun tidak mengurangi prosedur kunjungan munculah ide untuk menciptakan aplikasi ini.

Masyarakat yang akan berkunjung tidak lagi perlu antre mendaftar di Lapas.

"Kalau dulu antre dulu untuk mendaftar kunjungan, setelah mendaftar harus menunggu antrean kunjungan, kemudian anteran pemeriksaan baru bisa bertemu."

" Dengan Silapis ini yang akan berkunjung cukup mengisi antrean dan data kunjungan dari rumah, setelah itu langsung datang ke sini dan langsung diperiksa barang bawaan dan bertemu dengan anggota keluarganya," ungkap Aris.

Meskipun bisa mendownload secara bebas melalui smartphone masing masing.

Untuk penggunaanya harus didaftarkan terlebih dahulu ke Lapas Bengkalis saat membuat akun di aplikasi Silapis.

Pendaftaran dilakukan dengan menscan barcode yang disediakan di aplikasi, di Lapas Bengkalis.

"Tujuannnya scan barcode ini, nantinya smart phone yang digunakan oleh keluarga warga binaan terdata."

" Sehingga mereka saat akan berkunjung tinggal mengisi waktu kunjungan saja dan barang bawaan saja, sedangkan yang akan dikunjungi sudah terdata dari data Lapas kita," ungkapnya.

Menurut Aris, sementara ini dalam aplikasi ini selain pendaftaran kunjungan, masyarakat bisa mengetahui secara umum kondisi Lapas Bengkalis.

Pihaknya menyediakan informasi seputaran Lapas Bengkalis, mulai dari profil Lapas Bengkalis, alur penitipan barang, alur kunjungan, jadwal kunjungan.

Serta serba serbi yang berisi kegiatan pembinaan warga binaan serta berita berita terkini kegiatan yang ada di Lapas Bengkalis.

"Sejauh ini masih dalam penyempurnaan, dengan digunakan nanti akan dievaluasi dan disempurnakan terus aplikasi ini," ungkapnya.

Menurut dia, aplikasi Silapas ini baru diluncurkan sepekan lalu dan masih disosialisasikan kepada keluarga dan pengunjung Lapas Bengkalis.

Sosialisasi dilakukan melalui akun media sosial Lapas Bengkalis dan grup whatsapp pengunjung Lapas Bengkalis.

Meskipun sudah diluncurkan, untuk kunjungan ke Lapas sendiri sampai saat ini belum diperbolehkan.

Karena kondisi Covid-19 yang masih melanda dan masih dilarang untuk pihak Kementerian berkunjung ke Lapas dengan alasan pencegahan penyebaran Covid-19.

"Mudah mudahan nanti ada aturan baru yang diterbitkan kementerian, sehingga kunjungan diperbolehkan dengan penerapan aturan protokol Kesehatan yang ketat."

" Dengan dibukanya kunjungab aplikasi yang sudah kita buat ini bisa digunakan dan kita pantau serta evaluasi kekurangannya," tambah Aris.

Meskipun belum bisa berkunjung, masyarakat sudah bisa mengunakan mendaftarkan androidnya ke Lapas Bengkalis setelah mendownload aplikasi ini.

Sehingga, saat berkunjung nantinya di Lapas sudah melalui aplikasi ini.

Selain mempermudah kunjungan aplikasi Silapas ini merupakan inovasi Lapas Bengkalis dalam mendukung program pembangunan zona integritas.

Menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.

"Jadi dengan aplikasi ini mengurangi interaksi masyarakat dengan petugas saat pendaftaran kunjungan sehingga mempersempit kemungkinan terjadinya dugaan praktik pungli," tegas Aris.

Aplikasi Silapis
Aplikasi Silapis (istimewa)

KPLP mengatakan, sejauh sepengetahuan dirinya, belum ada Lapas di Indonesia yang menggunakan sistem pendaftaran kunjungan berbasis Android.

Inovasi ini baru dilakukan di Lapas Bengkalis dengan nama Silapis ini.

"Harapan kita saat berjalan nanti bisa terus disempurnakan aplikasi Silapis ini dan berkembang tidak hanya sebatas antrean kunjungan saja."

"Tetapi juga sejumlah administrasi lainnya bisa dilakukan melalui aplikasi Silapis" terangnya.

Berkembangnya aplikasi Silapis ini secara sempurna, pihaknya berharap bisa menjadi percontohan bagi Lapas Lapas di Riau.

Dengan begitu nantinya aplikasi ini bisa diadopsi oleh pihak Kementerian dan diterapkan secara nasional.

"Yang jelas kita sedang menyempurnakannya, saat ini sudah terintegrasi dengan database Lapas Bengkalis."

"Mudah-mudahan bisa terus berkembang dan dicontoh Lapas lain," harap Aris.

( Tribunpekanbaru.com / Muhammad Natsir )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved