Breaking News:

Gaji Besar Tapi Ketik UU Cipta Kerja Banyak yang Salah, Buat Pemerintah Jadi Olokan Rakyat Saja

Sementara, setiap naskah UU yang akan ditandatangani Presiden, dilakukan dalam format kertas Presiden Jokowi dengan ukuran yang baku.

WARTA KOTA / NUR ICHSAN
aksi massa tolak UU Cipta Kerja 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja menuai polemik.

Pasalnya terdapat kesalahan penulisan dalam beberapa pasal.

Pihak Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) yang bertanggungjawab terhadap penyiapan draf  UU Cipta Kerja yang akan ditandatangani Presiden Jokowi pun langsung melakukan evaluasi.

 

Dikutip dari Tribunnews, Asisten Deputi Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara Eddy Cahyono Sugiarto mengatakan pihaknya telah melakukan perbaikan terhadap kesalahan UU yang telah dimasukan ke dalam lembaran Negara tersebut.

"Langkah ini sejalan dengan penerapan zero mistakes untuk mengoptimalisasi dukungan kepada Presiden dalam menjalankan tugas pemerintahan negara," kata Asisten Deputi Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara Eddy Cahyono Sugiarto, dalam keterangan tertulis, Rabu, (4/11/2020).

Dengan masih adanya kesalahan pengetikan dalam Undang-undang yang ditandatangani Presiden Jokowi tersebut, menurut Eddy Kemensetneg telah melakukan serangkaian pemeriksaan internal.

Dari hasil pemeriksaan tersebut tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan, kekeliruan tersebut murni human error.

"Terhadap pejabat yang bertanggung jawab dalam proses penyiapan draf RUU sebelum diajukan kepada Presiden, Kemensetneg juga telah menjatuhkan sanksi disiplin," tuturnya.

Sebagai upaya sungguh-sungguh dalam menerapkan zero mistakes dalam penyiapan RUU pada masa mendatang, Kemensesneg akan melakukan peningkatan kendali kualitas.

Diantaranya dengan melakukan review terhadap Standar Pelayanan dan Standard Operating Procedures (SOP), yang berkaitan dengan penyiapan RUU yang akan ditandatangani Presiden Jokowi.

Ia menambahkan Kekeliruan pada UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang telah ditandatangani oleh Presiden tersebut, pada dasarnya tidak mengubah substansi dan lebih bersifat teknis administratif semata.

Oleh karena itu, kekeliruan tersebut tidak akan memberikan pengaruh pada norma yang diatur di dalamnya serta implementasi undang-undang dimaksud pada tataran teknis.

"Namun demikian, Kemensetneg akan menjadikan temuan kekeliruan sebagai pelajaran berharga dan menjadi catatan serta masukan untuk terus menyempurnakan penyiapan RUU, agar kesalahan teknis tidak terulang kembali," pungkasnya.

Untuk diketahui belum sehari sejak ditandatangani presiden, Undang-undang Cipta Kerja sudah menuai banyak kritikan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved