Breaking News:

Pilkada Serentak 2020 di Riau

Persaingan Politik di Riau Memanas Jelang Pilkada Serentak

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau mengatakan ada peningkatan suhu politik di empat daerah Pilkada di Riau mendekati pencoblosan.

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ilham Yafiz
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Pilkada Riau 2020 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau mengatakan ada peningkatan suhu politik di empat daerah Pilkada di Riau mendekati pencoblosan.

Kontestasi antar calon di empat daerah ini semakin ketat dan saling serang satu sama lain.

Empat daerah tersebut Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Dumai dan Bengkalis, hal ini bisa dilihat dari aduan masing-masing kontestan yang masuk ke sentra Penegakan Hukum Terpadu.

"Untuk Pilkada tahun ini ada peningkatan dalam aspek kontestasi, persaingan satu calon dengan lainnya terutama di Kuansing, Inhu, Dumai dan Bengkalis, kita merasakan ada upaya saling lapor di sana,"ujar Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan kepada tribunpekanbaru.com Rabu (18/11/2020).

Masing-masing calon di daerah ini menurut data di Bawaslu berlomba-lomba untuk saling melaporkan calon lain, menurut Rusidi hal.tersebut sah-sah saja asal bisa dibuktikan secara lengkap.

"Kasusnya meningkat di Inhu, Bengkalis, Kuansing dan Dumai itu, kontestasi nya saling berpacu melaporkan lawannya, silahkan saja kalau lengkap syaratnya," ujar Rusidi.

Namun ada dua daerah yang menurut Bawaslu, Pilkadanya hampir tidak terlihat gejolak persaingan sama sekali, dua daerah itu di Rokan Hulu dan Rokan Hilir.

"Rohul dan Rohil agak adem apakah dari karakter calon namun yang jelas dari kasus yang kami tangani ada Dumai, Kuansing, Inhu dan Bengkalis yang terus meningkat," ujarnya.

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan
Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan (Tribun Pekanbaru/Alex Sander)

Baca juga: Kronologi Pria di Sikka Dipaksa Pegang Besi Panas, Buktikan Tak Bersetubuh dengan Seorang Perempuan

Baca juga: 6 Fakta Kasus Bunuh Diri Ibu Muda di Pekanbaru dan Kematian Dua Anak Kandung Korban

Baca juga: Istana Bilang Pimpinan Tertinggi Yang Perintahkan Pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar

Bawaslu sendiri mengakui banyak laporan yang masuk ke sentra Gakkumdu namun selalu bermasalah dalam proses pembuktian.

"Seperti di Kuansing ada dugaan money politics namun susah dibuktikan, karena butuh proses yang panjang untuk pembuktian, mulai kapan dibagikan siapa yang membagikan. Butuh pembuktian secara kerangka hukum," ujar Rusidi.

Biasanya juga, meskipun ada penetapan tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah orang perorangan, susah membuktikan lembaga dalam hal ini tim sukses.

"Sebagaimana di pasal money politics itu siapa yang menerima dan memberi, untuk pembuktian siapa otak dibalik itu susah, namun kami sudah melaksanakan proses dan verifikasi secara jelas setiap laporan yang masuk," ujar Rusidi Rusdan.

Adapun syarat utama untuk laporan pelanggaran Pilkada di Bawaslu adanya terlapor dan pelapor, Ada alat bukti baik itu berupa surat dan bukti nyata lain.

"Ada syarat formil dan materil seperti peristiwa pelaporan. Makanya kalau berpatokan pada UU Pilkada tidak semua laporan bisa dilanjutkan," jelas Rusidi Rusdan.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved