Anak Histeris Terpaku Lihat Tubuh Ibu Tergeletak Usai Dijambret, Endingnya Pilu Berurai Air Mata
Nyawa Masriati akhirnya tak bisa diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit usai penjambretan itu
Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dua anak perempuan terpaku sesaat kemudian histeris menjerit sambil menangis melihat sang ibu tergeletak di jalan usai dijambret.
Peristiwa yang terjadi di Jalan Naga Sakti, tepatnya di depan Stadion Utama Riau, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Tampan itu bikin berurai air mata.
Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) modus jambret makin nekat di Pekanbaru.
Setelah melihat korban bersama dua anaknya jatuh usai berhasil merampas handphone, sang jambret mendekat dan kembali merampas tas yang dibawa ibu yang sudah tergeletak tak berdaya di jalan.
Baca juga: Asmaul Husna, Arti Al Malik dalam 99 Nama Allah, Al Malik Artinya Apa?
Baca juga: Merawat Aglonema Itu Gambang, Simak Cara Merawat Aglonema dan Jenis Aglonema
Baca juga: BREAKING NEWS: Dibagi dalam 6 Segmen, Hari Ini KPU Pelalawan Gelar Debat Publik 4 Paslon Pilkada
Pelaku berhasil melarikan tas milik korban yang berisikan 1 unit handphone merk Samsung, uang tunai Rp5 juta, dan sejumlah surat seperti SIM dan STNK sepeda motor.
Kisah pilu dialami seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Masriati (48) dan dua anaknya.
Nyawa Masriati akhirnya tak bisa diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit usai penjambretan itu.
Polisi tak tinggal diam, langsung memburu pelaku yang saat ini sedang dalam pengejaran aparat yang berwajib.
Berikut kronologis kejahatan curas itu
Sabtu (21/11/2020) sekira pukul 05.00 WIB, korban Masriati (28) bersama kedua anaknya, Sinta dan Naila, berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J warna putih kuning dengan nomor polisi AG 2967 OT.
Saat korban bersama dengan kedua anaknya melintas di Jalan Naga Sakti, tiba-tiba dari arah belakang, datang seorang pelaku, laki-laki tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor.
Pelaku langsung menarik handphone yang sedang dipegang oleh satu di antara dua anak korban bernama Sinta.
Handphone itu tidak berhasil dikuasai pelaku.
Namun, sepeda motor yang dikendarai korban bersama kedua anaknya tersebut oleng dan jatuh.
Melihat korban dan kedua anaknya terjatuh dari sepeda motor, pelaku menghentikan laju sepeda motornya.
Pelaku mendatangi korban yang sedang dalam keadaan pingsan akibat terjatuh dari sepeda motor.
Pelaku mengambil tas yang masih tersandang di tubuh korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/seorang-ibu-ibu-tewas-usai-di-jambret.jpg)