Bahkan Indonesia Berutang untuk Bayar Bunga Utang, Rizal Ramli: Makin Parah
Mengenai kesepakatan ini, pemerintah Indonesia pun resmi mengikat pinjaman bilateral yang besarannya setara dengan Rp 9,1 triliun tersebut.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Kedutaan Besar Republik Federal Jerman mewakili pemerintahannya telah mengumumkan penandatanganan kesepakatan utang.
Kesepakatan yang dimaksud senilai 550 juta Euro.
Mengenai kesepakatan ini, pemerintah Indonesia pun resmi mengikat pinjaman bilateral yang besarannya setara dengan Rp 9,1 triliun tersebut.
Kini, perjanjian tersebut telah ditandatangani secara terpisah.
Kedua tempat yang digunakan untuk proses tanda tangan yakni kantor Bank Pembangunan Jerman (KFW) di Frankurt, Jerman dan di Kementerian Keuangan, Jakarta.
Perjanjian tersebut ditandangani dalam rangka Covid-19 Active Response and Expenditure Support atau CARES
Baca juga: Pesta Pernikahan Anak Kepala BPBD 50 Kota Dibubarkan, Kapolres: Saya Sudah Katakan Resepsi Tak Boleh
Baca juga: Asyik Pesta Miras, Minuman Habis, 9 Orang Malah Teguk Hand Sanitizer: 7 Diantaranya Tewas
Sontak, kebijakan menarik utang baru dari luar negeri untuk mengatasi corona ini menuai banyak kritikan.
Mengingat beban utang Indonesia saat ini dinilai sudah cukup tinggi.
Kritik dari berbagai figur publik pun mulai berdatangan.
Baca juga: Hendaknya Janganlah Tertipu dengan Status Seorang Pria: Menguak Pembunuhan Sadis Janda Muda di Babel
Baca juga: Pak Kades Bergaya bak Konglomerat, Hidup Foya-Foya, Tak Taunya Pakai Dana Desa
Baca juga: Gemini Bicarakan, Sagitarius Ungkapkan Cintamu, Cek Ramalan Cinta Zodiak Hari Ini Minggu 22 November
Termasuk dari mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Rizal Ramli.
Ia menyebut, pemerintah dinilai keliru jika terus menambah utang luar negeri.
"Terbitkan surat utang (bonds) bunganya semakin mahal."
"Untuk bayar bunga utang saja, harus ngutang lagi. Makin parah," tulis Rizal Ramli di akun Twitter pribadinya seperti dikutip pada Sabtu (21/11/2020).
Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia di era Presiden Jokowi tersebut berujar, Indonesia mulai kembali menumpuk utang dari pinjaman bilateral setelah sebelumnya banyak menarik utang dari obligasi.
"Makanya mulai ganti stratetegi jadi 'pengemis utang bilateral' dari satu negara ke negara lain."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/rizal-ramli-dipanggil-kpk.jpg)