Pasar Modal di Masa Pandemi, Momentum Buat Beli Banyak Saham
OJK Riau, BEI Riau dan perwakilan perusahaan melakukan kegiatan literasi keuangan, khususnya terkait pasar modal dan investasi di masa pandemi.
Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM - Tutut Tricahyani, investor muda galeri investasi Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengaku selalu optimis melihat kondisi pasar modal di masa pandemi Virus Corona Disease 2019 (Covid-19).
Kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (19/11/2020), Ketua KSPM UMRI itu menegaskan, tak ada kata pesimis bagi investor jika sudah terjun ke dunia pasar modal. Menurutnya, saat ini momentum untuk membeli lebih banyak saham dari berbagai perusahaan. Bukan malah menjual apa yang sudah dimiliki.
“Kita harus melihat masa sekarang kesempatan untuk membeli saham, apalagi banyak diskon harga saham. Jangan sampai mikirin ke depan akan seperti apa. Kan sudah jelas, dalam investasi di pasar modal itu kan ada landasannya. Kita diajarkan bagaimana melihat suatu perusahaan sebelum membeli sahamnya, bagaimana cara memprediksi saham ini bagus apa ngak,” ungkap Mahasiswa Jurusan Akuntansi UMRI itu.
Tutut bercerita, saat ini ia tercatat sebagai satu di antara ribuan investor muda yang memiliki saham BRI dan BRI Syariah (BRIS). Bukan tanpa alasan dirinya memilih dua perusahan BUMN itu, peluang keuntungannya cukup jelas, dan merupakan perusahaan terkemuka dan berkembang di tanah air.
“Fundamentalnya udah ngak diragukan lagi. Ya kita tinggal cari momentum kalau mau beli. Apalagi BRIS, memang lagi bagus-bagusnya,” jelas Tutut.
Tutut mengaku tak khawatir ke mana mencari leterasi investasi di masa pendemi. Sebab, pihak Otoritas Jasa Keungan (OJK) Riau, Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau, dan perwakilan perusahaan-perusahaan yang telah melantai di bursa saham, secara berkelanjutan melakukan kegiatan literasi keuangan, khususnya terkait pasar modal dan investasi di masa pandemi.
Walau kegiatan digelar secara virtual, menurutnya bukan penghalang bagi siapa saja untuk ikut. Apalagi di sisi pihak terkait, berupaya maksimal agar investor dan calon investor ambil bagian guna mendapatkan edukasi seputar pasar modal.
“Prakteknya, kalau kita mau bikin kelas edukasi atau mereka (otoritas terkait) yang melaksanakan secara virtual, kita peserta juga dikasih benefit kayak pulsa gitu,” sebutnya.
Mahasiswa semester akhir UMRI ini mengatakan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal, BEI di Riau dinilainya terus berupaya maksimal agar pasar modal selalu berada dalam keadaan stabil di masa pandemi.
Progresnya pun sudah terlihat, misalnya di galeri investasi KSPM UMRI, menunjukkan pertumbahan positif, baik dari segi bertambahnya investor baru dan transaksi saham investor muda.
Satu di antara galeri investasi kampus binaan BEI Riau ini, mencatat sebanyak 170 orang investor baru sampai Oktober 2020, ini menunjukkan pertubuhan yang baik. Sementara untuk data transaksi saham anggota, triwulan III tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan.
Pada Januari 2020 transaksi pembelian saham oleh anggota KSPM UMRI tercatat sebesar Rp.106.470.075, Februari Rp.240.619.381, dan Maret Rp.62.296.529. Terjadi penurunan pada Triwulan II. Pada April 2020 hanya senilai Rp.14.480.577, Mei Rp.22.159.482, dan Juni Rp. 4.500.054.
Pertumbuhan terjadi pada triwulan III 2020. Pada Juli tercatat senilai Rp.47.028.797, Agustus Rp.52.241.912, dan September sedikit menurun senilai Rp.43.368.925. Namun pada bulan Oktober, angka transaksi KSPM UMRI justru tumbuh tiga kali lipat, sebesar Rp.162.995.008.
Pertumbuhan itu diakui Tutut, karena makin banyaknya kelas edukasi yang dibuat oleh komunitasnya, termasuk kelas virtual dari pihak terkait, baik dari BEI Riau maupun perwakilan perusahaan yang telah melantai di bursa saham.
“Insya Allah ke depan pasar modal akan tumbuh dengan baik. Melihat peningkatan investor di masa pandemi mampu mengalahkan rekor di masa normal. Investor muda akan terus bertambah, seiring giatnya edukasi dari BEI, OJK, dan sekuritas. Intinya menjadi investor harus optimis terus, tak boleh beranggapan jelek jika memprediksi. Apalagi sekarang masa pemulihan ekonomi, kita harus tetap optimis,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pasar_modal_di_masa_pandemi_momentum_buat_beli_banyak_saham_1.jpg)