Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Satu Desa di Riau Terancam Hilang Digerus Abrasi, Masyarakat Berharap Solusi Bupati

Masyarakat akan kehilangan pendapatan hasil kebun kelapa dan akan kehilangan lahan pertanian jagung dan padi, karena posisi lahan pertanian

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Nolpitos Hendri
Tribunpekanbaru.com
Satu Desa di Riau Terancam Hilang Digerus Abrasi, Masyarakat Berharap Solusi Bupati. Foto: Abrasi seperti bom waktu di Inhil 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KATEMAN - Abrasi yang terjadi disebabkan oleh hantaman ombak ini bila tidak cepat dilakukan penanganannya, bisa menyebabkan tenggelamnya lahan pertanian dan perkebunan kelapa dengan luas lebih kurang 1920 Ha di wilayah tersebut.

“Dengan penuh harapan, agar abrasi yang menimpa pemukiman warga dan lahan perkebunan dan pertanian menjadi perhatian khusus oleh bapak Bupati,” ungkap Kepala Desa Kuala Selat, Imam Taufik, S.Ag kepada Tribun Pekanbaru, Minggu (29/11).

Imam pun berharap agar kehadiran Bupati segera mendapat solusi bagi abrasi di Desa Kuala Selat, sehingga kawasan pemukiman warga dusun 1 dan lahan perkebunan serta lahan pertanian tidak akan rusak dan punah.

Lebih lanjut Imam memaparkan, sejak 29 desember 2019 hingga 23 oktober 2020, telah sepanjang 20 meter tanah yang runtuh ke laut karena abrasi.

Sejak 1993 hingga 2020 sekitar 1000 meter lebih daratan telah menjadi lautan dan sebanyak 6 batang parit perkebunan kelapa milik masyarakat terancam rusak dan bahkan akan kehilangan mata pencarian.

“Masyarakat akan kehilangan pendapatan hasil kebun kelapa dan akan kehilangan lahan pertanian jagung dan padi, karena posisi lahan pertanian sudah dekat dengan laut,” imbuh Imam.

Hal ini ditambahkan Imam, membuat masyarakat akan kehilangan mata pencarian atau penghasilan, baik petani kebun kelapa maupun petani jagung dan padi apabila terus dibiarkan.

“Lahan perkebunan dan pertanian akan menjadi laut dengan tingkat abrasi lebih cepat lagi apabila terus dibiarkan, serta Desa Kuala Selat lambat laun akan tersisa sebuah nama lagi,” ujar Imam.

Selain lahan perkebunan kelapa dan lahan pertanian seluas 1920 yang terancam rusak dan hilang, Imam menegaskan akan ancaman hilangnya pemukiman warga nelayan dusun 1 Kuala selat.

“Setiap tahunnya abrasi laut melongsorkan perumahan warga nelayan. Dalam tahun ini 5 rumah,” beber Imam.

Oleh karena itu, Imam beserta warganya sangat mengharapkan Bupati Wardan betul – betul memperhatikan nasib Desa Kuala Selat yang terancam punah di tengah upaya yang telah dilakukan selama ini.

“Kita harap masalah ini segera diatasi dan masyarakat tidak khawatir lagi.

Selama ini upaya yang telah di lakukan oleh masyarakat dan pemerintah melalui gerakan tanam pohon api – api sudah dilakukan, cuma perkembangan pertumbuhan pohon api – api belum sempat besar sudah dekat dengan pantai,” pungkasnya.

Kedatang Bupati Inhil HM.Wardan ke Desa Kuala Selat setidaknya memberikan secercah harapan bagi masyarakat setempat akan kondisi abrasi yang sudah sangat memprihatinkan.

Pada awal november lalu, dalam kunjungan kerja (Kunker) Bupati HM Wardan meninjau lokasi abrasi yang terjadi di sungai Belanak Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Inhil, Riau.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved