Keranda Berisi Jenazah di Gresik Dihanyutkan ke Sungai, Kades: Tak Ada Jembatan
Sementara pelayat berenang di bagian kiri dan kanan keranda untuk mengantisipasi jika keranda berisi jenazah terbawa arus suangi.
Untuk menuju ke dusun sebelah, warga harus menyeberangi sungai dan saat kondisi normal, sungai tersebut bisa dilintasi warga.
Namun jika debit air tinggi, warga harus berenang untuk menuju ke dusun sebelah.
Sempat viral di tahun 2019
Kejadian tersebut bukan yang pertama, Menurut Suhadi video pemakanan jenazah di lokasi yang sama juga sempat viral di tahun 2019.
Saat itu Pemdes Cermenlerek sudah mengusulkan pembangunan jembatan melalui musrenbang.
Namun karena anggaran desa terserap untuk penanganan dan pencegahan Covid-19, pengadaan jembatan tak dilaksanakan.
Hal tersebut dibenarkan oleh Camat Kedamean Arifin Ia mengatakan warga Dusun Gorekanlor sempat mengusulkan pembangunan jembatan yang menghubungkan dengaan TPU.
Namun pembangunan jembatan itu batal karena ada wacana revitalisasi Kali Lamomg.
Selain itu, anggaran desa juga digunakan untuk penanganan Covid-19.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah Pemkab melalui Dinas Pertanahan membeli lahan untuk pemakanan warga Dusun Gorekanlor.
"Opsi rencana pembangunan jembatan itu sudah tidak ada. Pemkab melalui Dinas Pertanahan sedianya akan membeli lahan untuk pemakaman warga Dusun Gorekanlor, namun karena mungkin saat ini ada pandemi Covid-19, jadi tidak bisa dilakukan pada tahun ini," kata Arifin.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Keranda Berisi Jenazah Dihanyutkan untuk Seberangi Sungai, Kades: Debit Air Tinggi".
