Breaking News:

Berita Riau

Kepala BPKAD Kampar Dipanggil Jaksa, Pengusutan Dugaan Korupsi Ruang Rawat Inap RSUD Bangkinang

Tim jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau selain memanggil Kepala BPKAD Kampar juga memanggil dua saksi lainnya.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Tim jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, saat ini sedang mengusut dugaan korupsi pembangunan Gedung Rawat Inap Kelas III RSUD Bangkinang, Kabupaten Kampar.

Sejumlah pihak sudah mulai diundang untuk diklarifikasi.

Terbaru, pada Selasa (8/12/2020) kemarin, jaksa memanggil Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kampar, Edwar SE.

Selain itu, jaksa juga memanggil Kepala Unit Layanan Pengadaan, Dicky Rahmady, serta Ketua Pokja Lelang Pembangunan Duang Rawat Inap RSUD Kampar, Musdar.

Untuk Ketua Pokja, Musdar, pada Senin awal pekan lalu dia juga tampak memenuhi undangan jaksa ke Kantor Kejati Riau.

Baca juga: Ini Baru Bang Jago, Lawan Unggul Suara Pasangan Heri-Khozin Ucapkan Selamat ke Pasangan Adil-Asmar

Baca juga: Paslon Kepala Daerah Jagoan UAS Unggul di Inhu dan Dumai, Perolehan Suara Jagoan Ustadz Abdul Somad

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, saat dikonfirmasi membenarkan jika Korps Adhyaksa Riau sedang pengusutan perkara itu. 

Diungkapkannya, pengusutan perkara masih dalam tahap penyelidikan.

"Iya. Ini masih penyelidikan," sebut Muspidauan.

Dalam tahap ini, jaksa tengah berupaya mencari peristiwa pidana. Salah satunya dengan meminta keterangan sejumlah pihak yang diduga mengetahui pelaksanaan kegiatan itu.

Untuk diketahui, proyek itu dikerjakan tahun 2019 lalu dengan nilai kegiatan senilai Rp46 miliar. Diduga ada indikasi pinjam bendera, atau menggandeng pihak lain dalam pengerjaannya.

Baca juga: Situs Hitung Cepat Pilkada Kuansing Down, KPU Kuansing : Sementara, Kita Manual Saja

Baca juga: Wakilnya Meninggal karena Covid-19, Wali Kota Ini jadi Imam Shalat Jenazah dan Menangis Tersedu-sedu

Sementara dari informasi yang diperoleh, ada dua perusahaan yang memasukkan surat penawaran.

Pertama, PT Gemilang Utama Alen. Perusahaan yang beralamat di Kompeks Bumi Sudiang Permai Jalan Perum Sudiang Raya Blok A 151 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu menjadi rekanan yang mengerjakan proyek dengan nilai penawaran Rp46.492.675.038,79.

Satu perusahaan lagi adalah PT Razasa Karya. Menariknya, perusahaan itu kalah meskipun nilai penawarannya lebih rendah dari PT Gemilang Utama Alen, yakni Rp39.745.062.802,42.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved