Minggu, 26 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pilkada Siak

Dulang Suara Terbanyak Versi Real Count Pilkada Siak,Profil Singkat Alfedri,Mulai Karir dari Bawah

Alfedri-Husni mendulang suara terbanyak di 14 kecamatan dengan hitungan secara real count pada Pilkada Siak

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Alfedri didampingi istri dan anaknya memasukkan surat suara ke kotak suara usai melakukan pencoblosan di TPS 02 kelurahan kampung Rempak, Siak, Rabu (9/12/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pasangan Calon bupati-wakil bupati Siak Alfedri-Husni unggul dalam perolehan suara pada Pilkada Siak 2020.

Pasangan ini mendulang suara terbanyak di 14 kecamatan se-Kabupaten Siak dengan hitungan secara real count.

Alfedri merupakan calon petahana. Ia mulai menjabat Bupati Siak sejak 18 Maret 2019, setelah bupati sebelumnya Syamsuar dilantik menjadi gubernur Riau.

Alfedri mengikuti Pilkada Siak 2020 dan berpasangan dengan Husni Merza.

Baca juga: Dua Kecamatan Mulai Laksanakan Pleno Rekapitulasi Hasil Pilkada Bengkalis Tingkat PPK

Baca juga: Berniat Ucapkan Selamat, Ibek Bakal Temui Alfedri Usai Penetapan Hasil Pilkada Siak oleh KPU

Baca juga: BEI Riau Catat Terjadi Lonjakan Jumlah Investor di Riau di Tengah Pandemi Covid-19

Pada Pilkada Siak 2020, pasangan ini diusung oleh PAN, PKB, NasDem, PPP dan Hanura.

Sedikitnya ia menguasai 16 kursi di DPRD Siak. Kemudian ia juga mendapatkan dukungan dari PKPI, Perindo, Gelora dan Berkarya.

Alfedri merupakan pria penjala ikan di masa kecilnya. Ia hidup dari keluarga sederhana di kampung halamannya di Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Alfedri lahir di Rokan, 27 Maret 1967. Usianya saat ini 54 tahun.

Sejak kecil, Alfedri sudah diajarkan mengaji. Ia sekolah di SD Rokan. Sejak kelas 4 SD ia tidur di surau untuk belajar mengaji.

Setelah Salat Subuh berjemaah di Surau, ia pulang ke rumah bersiap pergi sekolah.

Sepulang sekolah ia membantu orangtuanya di sawah. Bila ada waktu ia memancing dan menjala ikan untuk bekal di rumahnya.

Selebihnya ia main bola di sawah bersama teman-temannya. Lalu pergi ke surau sebelum Azan Magrib berkumandang.

"Masa itu masih sangat saya ingat, itu kenangan di masa kecil yang tak mungkin padam dari dalam diri saya," kata Alfedri kala berbincang dengan Tribunpekanbaru.com , Kamis (10/12/2020).

Sekitar tahun 1980, Alfedri sudah diperbantukan menjadi guru mengaji di surau itu. Ia masih ingat, surau itu bernama Alakidah.

Setelah mengajarkan anak-anak pada pelajaran huruf hijaiyah dan penyambungannya, Alfedri pun belajar dengan gurunya.

Nama gurunya itu selalu lekat dilidahnya, yakni Zakirman (alm) dan Anwar Falah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved