Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Laskar FPI Tewas Dengan Luka Tembakan Tepat di Dada, Tembakan Terarah?

Enam orang laskar FPI yang tewas di jalan tol punya luka yang sama, luka tembakan mematikan di bagian dada mereka.

Editor: Ilham Yafiz
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Rekonstruksi kasus penembakan enam Laskar FPI, polisi diadang hingga memberikan tembakan peringatan di Karawang Barat, Minggu (13/12/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Enam orang laskar FPI yang tewas di jalan tol punya luka yang sama, luka tembakan mematikan di bagian dada mereka.

Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menanggapi kematian enam anggota laskar FPI dengan penuh kejanggalan.

Ia menemukan semua korban yang tewas tertembak anggota kepolisian memiliki luka tembak di sekitar jantung.

Padahal, menurut Munarwan, area tersebut merupakan titik mematikan pada tubuh manusia.

Ia pun berharap penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap kejanggalan tewasnya enam anggota FPI ini.

"Hal-hal yang perlu diselidiki, dari fakta saja yaitu luka tembak yang terarah semua ke jantung."

"Itu titik mematikan, bukan tembakan tidak sengaja, semuanya ada di jantung," kata Munarman, dikutip dari tayangan Maja Najwa, Kamis (17/12/2020).

Selain itu, pengawalan ketat yang dilakukan anggota laskar kepada pimpinan FPI Rizieq Shihab bukan tanpa sebab.

Sejak kepulangannya ke Indonesia, Munarman menuturkan, kediaman Rizieq Shihab kerap kali dipantau oleh oknum tidak dikenal.

Menurutnya, oknum tersebut dapat memantau selama 24 jam di tiga titik lokasi yang berbeda, yakni lokasi kediaman Rizieq Shihab di Petamburan, Sentul hingga Megamendung.

"Sebetulnya sejak kepulangan Habib Rizieq, memang sudah ada pemantauan dan penguntuntitan."

"Pihak yang menguntit ini memiliki kemampuan 24 jam dan memonitor di 3 titik tempat tinggal Habib Rizieq," katanya.

Untuk itu, di malam tewasnya enam laskar FPI, mereka tidak mengira mobil yang mengikuti rombongan Rizieq Shihab merupakan tugas aparat kepolisian.

Pasalnya, tugas laskar FPI di malam itu hanya ingin menjaga keselamatan Rizieq Shihab dari ancaman bahaya.

"Karena itu laskar kita tidak memperkirakan yang menguntit Habib Rizieq pada Senin (6/12/2020) malam itu aparat hukum," tutur Munarman.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved