Uang Belanja Dari Suami Kurang, Empat Mama Muda di Aceh Banting Setir Jadi Cewek BO
Namun juga terkadang dari pihak wanita yang meminta job atau pekerjaan kepada kedua muncikari ini.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Aktivitas Prostitusi Online ternyata tak hanya marak di Kota Besar saja, bisnis haram ini juga ditemukan di Aceh.
Mayoritas para pelaku adalah mama muda.
Kuat dugaan, mereka banting setir jadi PSK lantaran uang belanja dari suami kurang.
Polisi ungkap Prostitusi Online yang melibatkan sejumlah ibu rumah tangga berusia muda.
Alasan para ibu rumah tangga tersebut masuk dalam prostitusi online pun diungkap polisi.
Belakangan diketahui ketujuh wanita tersebut merupakan ibu rumah tangga yang mengaku terpaksa melakukan perbuatan tersebut karena kebutuhan ekonomi.
Tujuh wanita itu telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dua di antaranya sebagai muncikari.
Ketujuh pelaku yang terlibat dalam bisnis haram itu berstatus Ibu Rumah Tangga (IRT) yang mengaku membutuhkan uang.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Kapolres Langsa AKBP Giyarto SH SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief S Wibowo SIK, menjelaskan, dua tersangka selaku muncikari Yus dan Hen, melakukan praktik prostitusi ini dengan menjadi penghubung.
Dijelaskan Iptu Arief, tersangka Yus dan Hen awalnya menerima pesanan atau permintaan dari lelaki yang menginginkan wanita.
Biasanya, seorang lelaki menelepon keduanya dengan maksud meminta perempuan.
Namun, mereka berdua kemudian tidak langsung mengiyakannya.
Akan tetapi, Yus dan Hen menanyai terlebih dulu kepada wanita yang sudah biasa melayani laki-laki 'hidung belang' itu.
Namun juga terkadang dari pihak wanita yang meminta job atau pekerjaan kepada kedua muncikari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kisah-mama-muda-jablay-paksa-mertua-pria-penuhi-kebutuhan-biologis-ketagihan-tapi-berakhir-tragis.jpg)