Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Wajahnya Dipukuli dan Dipaksa Ngaku Sebagai Mata-mata, Pria Ini Langsung Tebas Korban dengan Celurit

Ditantang dan dicurigai sebagai spionase polisi, pelaku langsung tebas korban dengan celurit.

Editor: Ilham Yafiz
Tribunjakarta.com / Dwi Putra Kesuma
Ilustrasi senjata tradisional, Celurit 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ditantang dan dicurigai sebagai spionase polisi, pelaku langsung tebas korban dengan celurit.

Pelaku, Tambak Iyub Braja (50) warga Desa Tempeh, Kabupaten Lumajang, tak pernah menyangka harus mendekam di penjara.

Tambak terpaksa harus berurusan dengan polisi lantaran baru saja membunuh tetangganya, Andy Aminullah Siswadinyahnsyah hingga meninggal dunia, pada Minggu (20/12/2020) malam.

Tambak bercerita, dirinya tega menghabisi nyawa Andy lantaran kesal ditantang dan dicurigai sebagai spionase polisi oleh korban, yang diduga pengguna narkoba.

Tudingan itu kali pertama didapat Tambak pada kemarin malam. Saat itu, ia yang sedang nongkrong di depan teras rumah tiba-tiba ditantang duel oleh korban.

"Pertama datang langsung mengeluarkan celurit dari balik celananya, terus warangkanya dilepas, saya disuruh ngaku kalau sebagai spionase polisi," kata Tambak, Senin (21/12/2020).

Tambak pun saat itu sempat meredam emosi korban. Namun sayang, emosi korban tak dapat dibendung. Malahan sebanyak dua kali korban memukul wajah Tambak.

"Saya dipukul sambil disuruh ngaku, katanya saya ini spionase terbesar se-Lumajang, ujarnya.

Lantaran merasa tuduhan itu tidak benar, Tambak lebih menyuruh Andy untuk pulang.

Namun, emosi korban semakin menyulut. Andy kembali memukul Tambak untuk yang ketiga kalinya.

Mendapat perlakuan itu, Tambak pun ikut tersulut emosinya. Tanpa pikir panjang, ia langsung memukul dagu korban sebelah kanan hingga tersungkur ke tanah.

Melihat korban jatuh, Tambak memukuli wajah korban secara membabi buta.

Saat posisi ini lah tangan korban sempat mencekik leher Tambak.

"Saya merasa masih ada perlawanan akhirnya, saya raih celurit dia saya sabitkan ke lehernya yang sebelah kanan," katanya.

Dalam keadaan gelap mata, Tambak teringat cerita orang-orang sekitar yang menyebut korban adalah tukang pukul.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved