Contoh Pantun Untuk Pembuka Kata Sambutan dan Penutup Pidato
Pantun sendiri pada umumnya terdiri atas dua bagian yakni bagian sampiran dan bagian isi.
Penulis: Ilham Yafiz | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM - Pantun khususnya pantun Melayu banyak dipakai untuk kata sambutan atau pembuka ataupun penutup pidato.
Manfaat dari Pantun ini sangat banyak. Selain, sebagai bagian dari estetika dalam berkomunikasi.
Pantun Melayu kerap digunakan sebagai materi sambutan, pidato atau pun ceramah.
Biasanya, pemakaian pantun digunakan di pembuka kata atau pun di penutup.
Pantun sendiri pada umumnya terdiri atas dua bagian yakni bagian sampiran dan bagian isi.
Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam atau kehidupan (sering mencirikan budaya agraris masyarakat penggubahnya).
Sedangkan dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.
Berikut Pantun untuk pembuka Pidato di sekolah dikutip dari Senipedia.id
Cantik nian pulau sikuai,
Pasirnya putih teramat indah,
Sebelum materi aku mulai,
Marilah serentak mengucap Basmallah.
Berburu ke padang ilalang,
Bertemu rusa hitam belangnya,
Selagi waktu masih panjang,
Saya akan sampaikan sepatah dua kata.
Pergi ke pasar membeli beras,
Sampai ke rumah menanak nasi,
Salam pembuka tak terbalas,
Kuulangi sekali lagi.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Jalan-jalan ke Taman Mini,
Pulangnya membeli Soto,
Saya berada di mimbar ini,
Untuk membawakan sebuah pidato.
Anak gembala menggiring sapi,
Sapi lelah mukanya pucat,
Pada kesempatan berbahagia ini,
Izinkan saya memberi amanat.
Pantun Penutup Pidato dengan Salam dikutip dari Senipedia.id
Tebal bulunya si beruang kutup,
Cairan es ia jadikan minum,
Sebelum acara kita tutup,
Kuucapkan Wassalamu’alaikum (baca salam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/model-pantun-melayu.jpg)