Dor! Oknum Polisi Bunuh Diri, Terlebih Dulu Tembak Anak dan Istri
Salah seorang warga, Kondang, menyebut bahwa pria itu berinisial T dan merupakan polisi yang berdinas di wilayah Jakarta Selatan.
Sebelum kejadian, sekitar pukul 21.00 Wita, Kristina mendapat telepon dari Musakkir yang ia kenal adalah pacar korban yang tinggal di Kota Makassar.
Bahkan sebelum aksi nekatnya, korban juga sempat menyiarkan aksinya lewat halaman akun facebook pribadinya.
"Dia (pacar korban) memberitahu serta menelpon saya, bahwa Grista sedang sakit, kemudian saya mengecek dengan mengetok pintu, namun tidak ada jawaban, beberapa hari masih terlihat, malam ini saja yang tidak terlihat," ucap Kristina, Jumat (20/11/2020) hari ini.
Tak ada jawaban, Kristina lantas melaporkan kepada pemilik bangsalan, Abdullah (44).
Tak kunjung mendapat respons saat mendatangi kamar kos Grista, keduanya (Abdullah dan Kristina) lantas masuk secara paksa, dan mendapati perempuan muda tersebut sudah tergantung dengan kain jarik yang melilit di lehernya.
"Setelah dilakukan pengecekan oleh saksi pemilik bangsalan dan tetangganya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan mendobrak pintu dan mereka melihat korban dalam keadaan gantung diri di depan pintu kamar menggunakan kain jarik yang diikat tepatnya di kusen pintu kamar," kata Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Bambang Budianto, Jumat (20/11/2020).
Melihat hal tersebut keduanya langsung meminta pertolongan warga dengan menurunkan korban.
"Keduanya beserta warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dengan menurunkan korban, karena saat diperiksa masih bernafas akhirnya korban dibawa ke RSUD Abdul Moeis," tutur Kompol Bambang Budianto.
Korban pun sempat dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans milik relawan dan sempat mendapat perawatan intensif pihak RSUD Abdul Moeis, sebelum dinyatakan meninggal dunia 15 menit kemudian, sekitar pukul 22.50 Wita tadi malam.
Jajaran Polsek Sungai Kunjang lalu meminta keterangan saksi-saksi terkait kejadian yang menimpa korban.
Diketahui korban ternyata memiliki permasalahan pribadi dengan sang pacar, hubungan jarak jauh antar keduanya tak lagi bisa dipertahankan karena korban mencurigai adanya wanita lain.
"Permasalahan pribadi, antar korban dan pacarnya. Korban mencurigai adanya wanita lain yang membuatnya depresi lalu melakukan aksi nekatnya," ujar Kompol Bambang Budianto.
Berdasar hasil pemeriksaan medis, kepolisian tidak mendapati kejanggalan maupun luka akibat kekerasan di tubuh perempuan muda ini.
"Keterangan dokter yang memeriksa korban, terdapat tanda luka memar bekas jerat kain, sempat dilakukan pertolongan medis namun nyawa korban tidak dapat ditolong. Murni gantung diri, akibat depresi permasalahan pribadi," ucap Kompol Bambang Budianto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-perampokan-begal-menggunakan-senjata-api.jpg)