Breaking News:

Kasihan Kumat Lagi, Banyak Penderita Gangguan Jiwa Sudah Sembuh Tapi Tak Diterima Keluarga

Setelah sembuh ODGJ ini harus selalu minum obat dan mendapat perhatian dari keluarga. Faktor utama kesembuhan ODGJ ini adalah perhatian dari keluarga

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/DONNY KUSUMA PUTRA
Kabid Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial (RPJS) Juliadi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Siapa menyangka ternyata Dinas Sosial (Dinsos) kota Dumai, telah menangani puluhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ada di Kota Dumai selama 2020.

Kepala Dinas Sosial Dumai Hasan Basri melalui Kabid Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial (RPJS) Juliadi mengungkapkan, selama 2020 pihaknya telah menangani sebanyak 78 ODGJ di Kota Dumai.

Ia menambahkan, 78 ODGJ sudah di serahkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Kota Pekanbaru untuk dilakukan penyembuhan agar bisa kembali ke keluarganya.

Baca juga: PROMO Lion Star Wagon Container Roda di Hypermart Mal SKA, Harganya Dibanderol Rp 323.550

Baca juga: BOLA LOKAL - Kursi Pelatih PSPS Masih Kosong, Raja Isa: Semoga PSPS Makin Jaya

Baca juga: Keguguran hingga Mobil Kecelakaan Saat Bertugas,KPU Riau Santuni Petugas Pilkada yang Dapat Musibah

"Kalau sesuai tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), kita hanya menangani ODGJ yang terlantar atau tidak memiliki keluarga di Kota Dumai,”katanya, Senin (4/1/2020).

“Sedangkan yang memiliki keluarga tentunya kita hanya membantu saja, namun kenyataannya tetap kita tangani juga karena demi kemanusian,"imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dari 78 ODJG yang ditanganinya, ada sekitar 50 orang yang memang terlantar atau tidak ada keluarga di Kota Dumai.

Sedangkan 28 lagi masih memiliki keluarga di Dumai.

"Anggaran kita di 2020 ini memang hanya menangani 50 orang ODGJ, namun 28 lagi memang kita bantu dengan pihak ketiga seperti Baznas dan pihak lainnya," sebutnya.

Jika dibandingkan dengan 2019, angkanya menurun karena di tahun itu berada di angka 90 pasien, sedangkan di 2020 ada sebanyak 78 orang.

Juliandi menerangkan, untuk kendala di lapangan, memang setelah ODGJ yang dikirim ke RSJ Tampan, dan dinyatakan sembuh banyak yang tidak diterima oleh keluarga.

Sehingga kemungkinan besar ODGJ ini akan kumat lagi.

"Jadi setelah sembuh ODGJ ini harus selalu minum obat dan mendapat perhatian dari keluarga, jadi memang faktor utama kesembuhan ODGJ ini adalah perhatian dari keluarga," imbuhnya.

Dirinya berharap kepada masyarakat untuk tidak mengucilkan ODGJ karena mereka masih bisa disembuhkan, perhatian keluarga sangat penting untuk kesembuhan ODGJ.

Juliandi juga berharap kepada pihak ketiga untuk terus membantu dalam melakukan penyembuhan ODGJ, pasalnya mereka masih bisa sembuh.

"Kalau di daerah Jawa sana itu ada pesantren-pesantren yang memang bisa membantu merehabilitasi ODGJ,” ucapnya.

“Kalau di Dumai kalau bisa ya kita buat seperti tersebut karena itu sangat membantu," pungkasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved