Breaking News:

Masih Rusak, Jalan Bekas Proyek Sistem Limbah di Kota Pekanbaru Belum Kunjung Diperbaiki

Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi pun mengingatkan agar penanggung jawab proyek bisa segera memperbaiki ruas jalan yang rusak

Penulis: Fernando | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/FERNANDO SIKUMBANG
Sejumlah pekerja melakukan tambal sulam di satu ruas Jalan Kulim, Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Sejumlah ruas jalan bekas proyek sewage system atau sistem limbah rumah tangga di Kota Pekanbaru masih rusak.

Kondisi ini terlihat di sejumlah ruas jalan.

Pantauan Tribunpekanbaru.com , jalan yang rusak akibat proyek tersebut tampak di Jalan Nenas, Jalan Pepaya, Jalan Durian, Jalan Ahmad Dahlan dan Jalan Ahmad Yani.

Kondisi tersebut tidak cuma membuat jalan di bekas galian proyek berdebu dan ada genangan.

Arus lalu lintas pun menjadi terganggu di sekitar membuat pengendara kesulitan melintas.

Baca juga: Update Kasus Corona di Pelalawan,Dua Kecamatan Masih Zona Kuning dan Cuma Satu Zona Hijau Covid-19

Baca juga: BIKIN Rambut Keriting, Harga Cabe di Kuansing Melambung, Suplai dari Sumbar Turun Permintaan Tinggi

Baca juga: Kebakaran SPBU Ababil Masih Diselidiki, Bagaimana Perkembangannya? Ini Kata Kapolresta Pekanbaru

Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi pun mengingatkan agar penanggung jawab proyek bisa segera memperbaiki ruas jalan yang rusak.

Apalagi sejumlah ruas jalan bekas proyek itu belum diperbaiki.

Ayat menegaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru harus memantau perbaikan jalan bekas galian proyek sistem limbah ini.

Ruas jalan yang rusak akibat proyek ini menyebar di sejumlah titik.

"Dinas PUPR harus memastikan jalan rusak akibat proyek segera diperbaiki oleh penanggung jawab proyek," tegasnya, Selasa (5/1/2021).

Ayat tidak menampik masyarakat masih mengeluhkan dampak dari proyek sistem limbah rumah tangga ini. Banyak sekali pengaduan masyarakat seputar kondisi jalan bekas galian proyek ini.

Politisi PKS ini juga mendorong agar Dinas PUPR Kota Pekanbaru untuk menyampaikan keluhan masyarakat kepada penanggung jawab proyek.

Ia pun mengingatkan agar perbaikan jalan bisa digesa.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru mengaku bakal berkoordinasi dengan penanggung jawab proyek.

Mereka mendorong perbaikan jalan di bekas galian sistem perpipaan air limbah tersebut.

"Sepanjang jaringan sudah diuji, sebagian sudah diperbaiki," terangnya Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Indra Pomi.

Proses perbaikan di jalan bekas galian tersebut terkendala cuaca pada akhir tahun 2020 kemarin. Kondisi ini mempengaruhi percepatan perbaikan jalan tersebut.

Indra menyebut bahwa proses perbaikan sudah berlangsung di sejumlah ruas jalan bekas proyek sistem limbah ini.

Ada sejumlah ruas jalan juga bakal diperbaiki pasca proyek perpipaan limbah rumah tangga ini.

Proses rekondisi ruas jalan rusak akibat proyek sistem perpipaan limbah rumah tangga berlangsung secara bertahap.

Ia memastikan nantinya ruas jalan rusak bekas proyek bakal dibenahi satu per satu.

Perbaikan Jalan Rusak Telan Anggaran Rp 11 Miliar

Ratusan ruas jalan rusak di Kota Pekanbaru sudah diperbaiki tahun 2020 lalu. Ada 228 ruas jalan yang diperbaiki sejak Januari hingga Desember.

Anggaran yang digelontorkan untuk tambal sulam jalan ini mencapai Rp 11 Miliar. Banyak dari perbaikan jalan tersebut untuk tambal sulam.

"Kebanyakan perbaikan jalan rusak dengan tambal sulam. Ada banyak jalan berlubang sudah kita tambal," terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, Minggu (3/1/2021).

Menurutnya, total ruas jalan ada di Kota Pekanbaru mencapai 1946 ruas. Ia menyebut hanya 20 persen ruas jalan yang rusak.

Jumlah ruas jalan rusak ini bisa bertambah seiring kondisi di jalan tersebut. Ruas jalan itu paling banyak di Kawasan Tenayan Raya.

Ada juga di Kecamatan Tampan dan Payung Sekaki. "Fokus perbaikan jalan masih di sejumlah kecamatan ini," ulasnya.

Pihaknya juga melakukan pembukaan ruas jalan baru pada tahun 2020. Anggarannya mencapai Rp 32 miliar.

Indra menyebut anggaran pembukaan ruas jalan baru ini masuk dalam APBD Perubahan tahun 2020. Ia tidak menampik pembukaan ruas jalan baru ini belum optimal.

Mereka hanya menggesa proses pembukaan jalan hingga akhir tahun. Ia menyebut proses pembukaan ruas jalan baru terkendala durasi waktu yang terlalu singkat.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved