Amerika Serikat Rusuh, Akun Donald Trump di Facebook, Instagram dan Twitter Dikunci
Facebook dan Instagram mengunci akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penguncian dilakukan karena Donald Trump berpotensi memancing kerusuhan
Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Rinal Maradjo
TRIBUNPEKANBARU.COM - Facebook dan Instagram mengunci akun Presiden Donald Trump.
Penguncian itu dilakukan untuk meminimalisir kerusuhan di Amerika Serikat jelang pelantikan presiden baru Amerika Serikat Joe Biden.
Presiden Donald Trump yang akan keluar telah dilarang dari dua platform sosial utama sampai Joe Biden mengambil alih.
Pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan keputusan penguncian akun Donald Trump tersebut.
Ia menyebutkan penguncian akun Donald Trump menyusul kerusuhan yang dilakukan oleh pendukungnya di Capitol Hill
Penguncian akun Donald Trump di Kedua platform media sosial yang dimiliki oleh Facebook itu sebenarnya sudah lama disuarakan oleh sejumlah pihak,
sebab unggahan Presiden Donald Trump seringkali berisi hasutan.
Baca juga: Kerusuhan di Amerika Serikat Semakin Mencekam, Republik: Trump Harus Segera Disingkiran
Baca juga: Pengesahaan Joe Biden Sebagai Presiden Amerika Serikat Berlangsung Dramatis, Seorang Wanita Tewas
Baca juga: Joe Biden Sebut Pendukung Donald Trump Lakukan Pemberontakan, Trump Tetap Ngotot Jadi Presiden
Penguncian akun Donald Trump sendiri disebutkan Zuckerberg akan berlangsung 'tanpa batas' - atau setidaknya dua minggu ke depan.
Mark Zuckerberg juga mengatakan, Donald Trump telah gagal menggunakan platfor media sosial secara bijak.
Selain itu, Donald Trump disinyalir menggunakan sisa waktunya di gedung putih untuk "merusak transisi kekuasaan yang damai dan sah ke penggantinya yang terpilih."
Tak hanya Facebook dan Instagram, Twitter juga membatasi video postingan Donald Trump di platform tersebut.
Selain itu, fitur suka, me-retweet, dan membalas video di akun Donald Trump juga dikunci oleh Twitter.
Twitter kemudian menghapus sejumlah tweetnya yang diposting malam itu ketika pihak berwenang berjuang untuk mengambil kembali Capitol.
Kerusuhan di kawasan Capitol Hill sendiri memakan empat korban tewas.
Presiden terpilih Joe Biden menyebut kerusuhan di Capitol Hill tersebut sebagai sebuah pemberontakan.
Joe Biden juga meminta Donald Trump untuk mendesak pendukungnya agar mundur dari kawasan Capitol Hill.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/nbc-news-donald-trump.jpg)