Rafflesia Arnoldii dan Bunga Bangkai Berbeda Lho, Jangan Salah Lagi Ya
Namun banyak warga yang salah mengira bunga bangkai itu sama dengan Raflesia Arnoldii.Padahal keduanya berbeda
Penulis: Nurul Qomariah | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM - Penemuan bunga bangkai yang beraoma busuk di Kelurahan Rawang Empat, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Riau sempat menghebohkan.
Kabar pemenuan bunga langka jenis bunga bangkai mulai ramai diperbincangkan warga setempat pada Jumat (8/1/2021).
Bunga dengan nama latin Amorphophallus itu tumbuh di belakang rumah warga Rawang Empat Kecamatan Bandar Petalangan.
Dengan bentuk kelopaknya yang khas, berwarna merah darah, dan pucuk yang menjulang di bagian tengah.
Tentu dengan aromanya yang khas juga yakni bau bangkai.
Namun banyak warga yang salah mengira bunga bangkai itu sama dengan Raflesia Arnoldii.
Padahal keduanya berbeda, baik dari nama Latin, bentuk bunga dan jenisnya.
Bunga bangkai termasuk bunga langka endemik Indonesia.
Rafflesia Arnoldii itu bukan nama latin dari bunga bangkai.
Nama latin bunga bangkai raksasa yang langka adalah Amorphophallus Titanum.
Meski , kedua bunga ini memang mengeluarkan bau busuk pengundang serangga dan sama-sama langka.
Namun, dari bentuk, sifat biologis, dan siklus hidup, keduanya berbeda jauh.
Berkit perbedaan bunga Raflesia Arnoldii dan bunga bangkai.
1. Nama Latin Beda Jauh
Nama kedua bunga dengan aroma busuk menyengat itu sudah jelas berbeda, tapi memang mudah tertukar.
Rafflesia arnoldii adalah nama latin dari bunga rafflesia. Bukan bunga bangkai.
Indonesia memiliki beberapa jenis bunga ini yang ditemukan di Sumatera, yaitu Rafflesia Arnoldii, Rafflesia Gadutensis, Rafflesia Hasselti, dan Rafflesia Bengkuluensis.
Sementara itu, bunga bangkai, memiliki nama latin Amorphophallus dan ragam jenisnya banyak.
Indonesia memiliki jenis yang paling terkenal ialah Amorphophallus Titanum.
Selain itu ada Amorphophallus Gigas, Amorphophallus Moeleri, dan Amorphophallus Variabilis.
2. Bunganya Beda Bentuk
Bunga rafflesia dan bunga bangkai mempunyai bentuk yang berbeda.
Bunga bangkai adalah bunga raksasa yang memiliki tonggol (spadix), atau bagian menjulang tinggi ke atas. Bagian pelindungnya yang mekar disebut braktea.
Sementara itu, bunga rafflesia, merupakan bunga raksasa yang tidak menjulang tinggi, melainkan melebar ke samping.
Bunga ini memiliki lubang besar di tengah dan kelopaknya berwarna merah bata.
3. Beda Golongan Tumbuhan
Bunga rafflesia merupakan golongan tumbuhan parasit dari marga Rafflesiaceae.
Tumbuhan ini hidup menyerap nutrisi tanaman induk atau inangnya, yakni Tetrastigma, sejenis tumbuhan pemanjat dari keluarga anggur-angguran.
Rafflesia tidak akan tumbuh selain di pohon Tetrastigma. Itu pun tidak bisa di semua jenis pohon.
Hanya pada waktu yang tepat dan nutrisi yang pas, baru raflesia akan tumbuh.
Belum tentu juga mekar, tergantung cuaca, tanah, dan banyak lagi.
Sementara itu, Amorpophallus atau bunga bangkai berasal dari keluarga talas-talasan.
Jadi, meskipun sama-sama mengeluarkan bau bangkai, bunga raflesia adalah parasit, yang hanya bisa hidup bergantung dari pohon inangnya.
Bunga bangkai memiliki umbi, batang, hingga akar sendiri sehingga bisa mencari makan sendiri.
4. Ukuran dan Besar Bunga Berbeda
Rafflesia memiliki diameter bervariasi, tergantung jenis.
Diameter Rafflesia patma 35-40 sentimeter, sedangkan Rafflesia arnoldi diameternya bisa mencapai satu meter.
Sementara Amorphophallus tingginya bisa mencapai 2,5 meter, dengan lebar 1,5 meter saat mekar.
5. Perbedaan Jenis Kelamin Bunga
Bunga rafflesia dalam satu tanaman memiliki dua jenis kelamin, atau disebut bunga berumah dua.
Sedangkan Amorphopallus itu ada yang berkelamin jantan, ada juga yang berkelamin betina, berbeda tumbuhan.
Karena itu, Amorphophallus lebih mudah dibiakkan dengan biji. Sebaliknya, biji bunga rafflesia sulit didapat karena bunga jantan dan betina sulit didapati mekar bersamaan.
6. Cara Berkembang Biak
Rafflesia dapat tumbuh dengan biji hasil pembuahan jantan dan betina.
Namun, biji ini sulit ditemukan karena pembuahan sendiri harus terjadi di dalam satu tanaman mekar bersamaan, dengan dua kelamin yang berbeda.
Bunga bangkai atau Amorphophallus dapat tumbuh melalui biji bunga dan juga umbi.
Namun, jika dari biji, tanaman ini perlu puluhan tahun untuk tumbuh dan berbunga.
Bila berasal dari umbi, tanaman akan tumbuh lebih cepat tergantung usia dari umbi yang ditemukan di hutan.
Sumber dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
( Tribunpekanbaru.com / Nurul Qomariah )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/rafflesia-arnoldii-dan-bunga-bangkai.jpg)