Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pilot Sekaligus Youtuber Vincent Raditya Disemprot Melanie Subono Karena Konten Ini

Pilot seklaigus Youtuber Vincent Raditya disemprot Melanie Subono karena perbuatannya yang dinilai kurang pantas.

Editor: Ilham Yafiz
Tribunnews/Jeprima
Foto udara dari pesawat CN 295 milik TNI AU saat melakukan proses pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Dari udara terlihat tim SAR gabungan mencari serpihan dan korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 serta terlihat tumpahan minyak yang diduga bahan bakar Sriwijaya Air SJ 182. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pilot sekaligus Youtuber Vincent Raditya disemprot Melanie Subono karena perbuatannya yang dinilai kurang pantas.

 Vincent Raditya menyoroti Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu dekat Pulau Laki, Sabtu (9/1/2021).

Saat itu, Vincent Raditya turut serta membuat konten Youtube tentang analisa data dan kondisi pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Bahkan, Vincent Raditya sampai terjun ke lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 untuk melakukan penulusuran.

Rupanya hal tersebut menuai kritik pedas dari artis Melanie Subono.

Dipantau Grid.ID melalui media sosialnya, Melanie Subono memposting layar yang menunjukkan Youtube Vincent Raditya yang tengah melakukan penulusuran di perairan Kepulauan Seribu.

Tak lupa Melanie Subono menuliskan caption yang berisi kritik pedas kepada Vincent Raditya.

"Karet gelang dikasih nyawa. Bikin konten. Sesama pilot padahal," tulis Melanie Subono saat dikutip Grid.ID di Instagram, Senin (11/1/2021).

Melanie Subono kritik keras Vincent Raditya yang buat konten di lokasi dugaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Di samping itu, Melanie Subono juga membahas perihal pundi-pundi uang yang didapatkan Vincent Raditya demi konten.

"Mbo nunggu seminggu dua minggu dulu gitu bang. Mayan sih duit hasil monitize Youtube nya," tutup Melanie Subono.

instagram @melaniesubono
instagram @melaniesubono (instagram @melaniesubono)

Baca juga: DUKA Tragedi Sriwijaya Air SJ 182, Presiden Rusia, Serbia hingga Raja Arab Turut Belasungkawa

Baca juga: Sebelum Jadi Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Make Up Artis Terlihat Ogah-Ogahan ke Jakarta

Baca juga: Rekaman Pembicaraan Pilot Sriwijaya Air yang Jatuh Sudah Dikantongi KNKT, Apa Isinya?

Kondisi pesawat stall

Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air penerbangan SJ 182, Sabtu (9/1/2021) sore, begitu mengejutkan.

Pasalnya, dilihat dari data Filghtradar, B737-500 Sriwijaya Air SJ182 berhenti di sekitar 11 mil laut Bandara Soekarno-Hatta, di atas Kepulauan Seribu. 

Berdasarkan data tersebut, pesawat Sriwijaya dapat diduga jatuh menukik tajam dalam keadaan stall. Bagaimana kondisi pesawat stall yang dimaksud?

Pesawat didesain hingga bisa tetap terbang hanya dengan kecepatan 280 km per jam, dikutip dari dw.com.

Itu karena pesawat memiliki sayap dengan bentuk khusus. Sayap pesawat dapat membelokkan udara ke bawah hingga mengangkat badan pesawat.

Hal itu bisa terjadi selama udara dapat mengalir mulur ke bagian belakang permukaan sayap.

Pesawat dapat jatuh, salah satunya bila mengalami macet (stall). Menurut panduan Stall and Spin Accidents, stall lebih mungkin terjadi ketika pesawat ada dalam fase keberangkatan, yaitu lepas landas, naik ke ketinggian, dan berputar.

Menurut Aeronautical Dictionary oleh Deborah Balter, macet bisa terjadi karena dua hal.

Stall bisa terjadi karena perbedaan sudut sayap pesawat dengan aliran angin (Angle of Attack) terlalu besar, lebih dari 15 derajat. Artinya, pesawat mendaki terlalu cepat.

Stall juga bisa terjadi karena cairan dalam pipa bensin atau pipa lainnya macet atau vapor lock.

Namun, pilot mesti terlatih untuk bisa mengatasinya. Bahkan, pilot mesti melakukan stall secara sengaja dalam pelatihan.

Dalam skenario sudut sayap terlalu besar, tanda awalnya berupa pusaran angin di permukaan atas sayap. Tanda lainnya dapat berupa hentakan atau getaran pesawat. Pesawat juga biasanya memiliki sistem peringatan mengantisipasi kejatuhan.

Dalam kondisi itu, pilot harus menurunkan hidung pesawat.

Bila sudut sayap tetap melebar, seluruh bagian sayap akan mulai berputar. Sayap lalu akan kehilangan fungsinya. Pesawat kemudian miring ke depan dan jatuh.

Stall juga bisa terjadi pada sebelah sayap saja. Itu bisa terjadi ketika pesawat terbang melengkung.

Dalam kondisi itu, keseluruhan pesawat bisa berputar dan jatuh seperti batu. Pilot bisa mengontrol pesawat, bila berada di ketinggian yang cukup untuk memulihkan keadaan.

Menurut AOPA Air Safety Institute, kecelakaan pesawat karena mesin mogok 50% lebih mematikan dari kecelakaan pesawat karena sebab lain.

Sepanjang 2000-2015 hanya sekitar 5% stall terjadi pada penerbangan komersial

( Tribunpekanbaru.com )

Sebagian Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Kapten Vincent Bikin Konten di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air, Melanie Subono : Lumayan Ya Duitnya, https://bogor.tribunnews.com/2021/01/11/kapten-vincent-bikin-konten-di-lokasi-jatuhnya-sriwijaya-air-melanie-subono-lumayan-ya-duitnya.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved