Sabtu, 9 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sah! Donald Trump Dimakzulkan, Ketua DPR Amerika Serikat: Dia Harus Pergi

Anggota DPR wakil Ohio, Jim Jordan, salah satu pembela Trump yang paling gigih, mengatakan bahwa Trump mempertahankan dukungan luas di dalam Republik.

Tayang:
AFP
Presiden AS Donald Trump 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Masa depan Donald Trump di Gedung Putih akhirnya kandas oleh ulahnya sendiri. 

Ia dimakzulkan oleh parlemen pada Rabu (13/1/2021), setelah kericuhan Capitol yang menelan 5 korban jiwa.

Bagi Amerika Serikat, pemakzulan Trump merupakan kali keduanya bagi sejarah Uak Sam.

DPR AS mendakwa Presiden Trump seminggu sebelum dia meninggalkan jabatannya karena menghasut kerusuhan dengan klaim palsu tentang pemilihan yang dicuri serta menyebabkan penyerbuan Capitol dan lima kematian.

Tidak seperti pemakzulan pertama Trump, yang berjalan hampir tanpa dukungan Partai Republik.

Upaya pada Rabu (13/1/2021) menarik 10 Republikan, termasuk pemimpin partai Republik ketiga di DPR AS, Liz Cheney.

Senat berencana mengadakan persidangan setelah Trump turun dari jabatannya, skenario yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebagai konsekuensi, anggota parlemen bisa melarang Trump duduk kembali di kursi presiden.

Pemungutan suara terakhir adalah 232 hingga 197, melansir Washington Post pada Kamis (14/1/2021).

Pemakzulan ini menjadi salah satu drama terakhir dari kepresidenan yang penuh gejolak.

Proses itu dilakukan dengan latar belakang kekacauan di Gedung DPR dan ketidakpastian tentang bagaimana nasib Republik setelah turunnya Trump.

Partai Demokrat dan Republikan saling menuduh dalam sidang itu.

Loyalis Trump marah kepada sesama Republikan yang membelot, khususnya Cheney, yang membuat kepemimpinan partai terguncang.

Namun, terlepas dari emosi yang digerakkan oleh serangan Capitol, sebagian besar dari Partai Republik mendukung Presiden, termasuk Pemimpin Minoritas Parlemen Kevin McCarthy.

Dia berpendapat bahwa Trump memikul tanggung jawab atas serangan di Capitol, dan pemakzulan sekejap hanya akan semakin mengobarkan api pemisah partisan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved