Hidayani Bercanda Usai Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac China, Kok?
Hidayani tetap bercengkrama sambil sesekali melempar canda dengan rekannya sesama petugas medis saat menjalani Vaksinasi Covid-19 di Pekanbaru
Penulis: Fernando | Editor: Nolpitos Hendri
Ia tidak menampik adanya rasa cemas jelang jarum suntik dan cairan vaksin masuk ke tubuhnya.
Baginya semua yang hendak disuntik vaksin merasakan hal itu.
Ia tidak punya persiapan khusus jelang disuntik.
"Tidak ada persiapan khusus, hanya sarapan saja tadi," ujarnya.
Keluarganya di rumah tidak mempermasahkan dirinya harus disuntik vaksin covid-19.
Apalagi dirinya sudah memberi penjelasan kepada keluarga tidak ada masalah.
Saat yang sama, rekannya sesama tenaga kesehatan malah tertunda pemberian vaksin covid-19.
Petugas menunda penyuntikan vaksin bagi Rama Fadia.
Dokter spesialis penyakit dalam ini ternyata memiliki tensi tinggi.
Petugas mengetahuinya usai memeriksa tensi dokter yang bertugas di RSD Madani ini.
Dokter yang sempat melakukan observasi kepada Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi pada pencanangan vaksinasi covid-19 di Pukesmas Rejosari kemarin.
Ia mendampingi Ayat yang hampir gagal mendapat suntikan vaksin karena tensi tinggi.
Rama pun mengalami hal serupa saat hari pertama penyuntikan vaksin covid-19 bagi tenaga kesehatan di Kota Pekanbaru
"Mungkin harus dijadwal ulang lagi, ngga jadi hari ini," ujar dokter berkacamata itu.
Jumlah tenaga kesehatan di Kota Pekanbaru yang disuntik vaksin pada hari pertama berjumlah 43 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/foto-vaksin-covid-19-untuk-nakes-di-riau-1.jpg)