Rabu, 3 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Hidayani Bercanda Usai Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac China, Kok?

Hidayani tetap bercengkrama sambil sesekali melempar canda dengan rekannya sesama petugas medis saat menjalani Vaksinasi Covid-19 di Pekanbaru

Tayang:
Penulis: Fernando | Editor: Nolpitos Hendri
Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir
Hidayani Bercanda Usai Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac China, Kok?. Foto: Seorang tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Melur, Pekanbaru, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hidayani tetap bercengkrama sambil sesekali melempar canda dengan rekannya sesama petugas medis saat menjalani Vaksinasi Covid-19 di Pekanbaru pada Jumat (15/1).

Ia terdengar tertawa lepas sambil duduk di kursi plastik warna cokelat usai menjalani Vaksinasi Covid-19 di Pekanbaru.

Wanita berkerudung merah itu tidak terlihat merasakan nyeri walau sudah disuntik Vaksin Covid-19 dalam agenda Vaksinasi Covid-19 di Pekanbaru.

Padahal ia baru saja disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac China .

Hidayani menjadi satu dari dua orang tenaga kesehatan yang menjalani vaksinasi di Puskesmas Melur.

Ia tidak hanya seorang dokter gigi.

Wanita berkacamata ini ternyata Kepala Puskesmas Melur.

Ia menjadi petugas kesehatan pertama di puskesmas itu yang menjalani vaksinasi di sana.

Hidayani menjalani vaksinasi usai petugas memastikan datanya terdaftar sebagai penerima vaksin di sana.

Ada dua petugas bersiap memberi vaksin bagi tenaga kesehatan yang datang ke puskesmas itu.

Satu petugas menyuntikkan vaksin ke lengan kiri Hidayani.

Ia merasa biasa saja usai vaksinasi.

"Sakit disuntik biasa, namanya disuntik sakit.

Tapi setelah disuntik biasa saja, aman-aman saja, stabil," terangnya kepada Tribun usai divaksin.

Dirinya mengaku cemas saat hendak divaksin.

Ia tidak menampik adanya rasa cemas jelang jarum suntik dan cairan vaksin masuk ke tubuhnya.

Baginya semua yang hendak disuntik vaksin merasakan hal itu.

Ia tidak punya persiapan khusus jelang disuntik.

"Tidak ada persiapan khusus, hanya sarapan saja tadi," ujarnya.

Keluarganya di rumah tidak mempermasahkan dirinya harus disuntik vaksin covid-19.

Apalagi dirinya sudah memberi penjelasan kepada keluarga tidak ada masalah.

Saat yang sama, rekannya sesama tenaga kesehatan malah tertunda pemberian vaksin covid-19.

Petugas menunda penyuntikan vaksin bagi Rama Fadia.

Dokter spesialis penyakit dalam ini ternyata memiliki tensi tinggi.

Petugas mengetahuinya usai memeriksa tensi dokter yang bertugas di RSD Madani ini.

Dokter yang sempat melakukan observasi kepada Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi pada pencanangan vaksinasi covid-19 di Pukesmas Rejosari kemarin.

Ia mendampingi Ayat yang hampir gagal mendapat suntikan vaksin karena tensi tinggi.

Rama pun mengalami hal serupa saat hari pertama penyuntikan vaksin covid-19 bagi tenaga kesehatan di Kota Pekanbaru

"Mungkin harus dijadwal ulang lagi, ngga jadi hari ini," ujar dokter berkacamata itu.

Jumlah tenaga kesehatan di Kota Pekanbaru yang disuntik vaksin pada hari pertama berjumlah 43 orang.

Proses vaksinasi berlangsung di 14 puskesmas.

Ada 19 puskesmas yang seyogyanya menggelar vaksinasi bagi tenaga kesehatan.

Namun lima puskemas belum menggelar vaksinasi bagi tenaga kesehatan.

Jumlah ini hanya setengah dari total tenaga kesehatan yang mestinya vaksin di hari pertama.

Ada 86 orang tenaga kesehatan yang seharusnya vaksinasi covid-19 pada hari Jumat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Muhammad Noer menyebut bahwa ada 54 orang tenaga kesehatan terdaftar pada hari pertama vaksinasi.

Namun hanya 43 orang yang bisa divaksin.

"Sebelas orang lainnya tidak bisa ikut karena kendala kondisi kesehatan, maka pemberian vaksinya ditunda sementara," ulasnya.

Menurutnya, ada satu puskesmas yang memang menunda penyelenggeraan.

Puskesmas itu yakni Puskesmas Langsat.

Penyelenggaraan tertunda karena kepala puskesmas itu menggalami gangguan kesehatan.

Ia menyebut proses pemberian berlangsung dari Jumat pagi.

Ada sejumlah personel kepolisian bersenjata lengkap mengawal distribusi vaksin ke puskesmas dari Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK) Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru di Jalan Garuda.

Jumlah vaksin yang tersedia pada hari pertama mencapai 220 vaksin.

"Kita tidak ingin distribusi ada resiko, maka distribusi vaksin dikawal personel kepolisian," ujarnya.

Noer menyebut bahwa jumlah penerima vaksin di tiap puskesmas cukup beragam.

Jumlahnya berkisar dua hingga 16 tenaga medis.

"Paling banyak di Puskesmas Limapuluh sebanyak 16 orang nakes dan di Puskesmas Harapan Raya sebanyak 12 orang nakes," paparnya.

Proses pemberian vaksin bagi tenaga kesehatan berlangsung di seluruh puskesmas.

Ada 11.020 vaksin bagi tenaga kesehatan di kota ini untuk tahap awal.

"Saat ini tenaga kesehatan jadi prioritas vaksinasi tahap awal," jelas Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy.

Zaini menyebut sesuai dosis yang tersedia ada 5.510 tenaga kesehatan bisa disuntik vaksin untuk tahap awal ini.

Mereka menjalani suntik vaksin dua kali.

"Jadi setelah 14 hari, mereka suntik vaksin lagi," ujarnya.

Jumlah vaksin yang ada belum mencukupi bagi seluruh tenaga kesehatan di Kota Pekanbaru.

Ia mengaku vaksin yang tersedia bagi tenaga kesehatan masih kurang. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved