Rabu, 3 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dikira Gelandangan Ternyata bukan Orang Sembarangan, Terungkap Sosok Ini

Dikira gelandangan ternyata bukanlah orang yang sembarangan. Terungkap sosoknya yang bikin kaget banyak orang. Inilah dia

Tayang:
Editor: Budi Rahmat
Gambar oleh ArtTower dari Pixabay
Dikira Gelandangan Ternyata bukan Orang Sembarangan, Terungkap Sosok Ini 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Siapa yang menyangka jika perempuan dengan tubuh lusuh dengan bau yang menyengat itu adalah seorang yang normal.

Ia memang menghabiskan waktunya di lokasi banyak geladangan atau tuna wisma. Bahkan ia datang setiap harinya ke lokasi tersebut.

Namun ada yang membuat gelandangan perempuan ini beda dengan yang lainnya. Ia adalah sosok yang membantu polisi menangkap penjahat.

Baca juga: Jasad Wanita Tanpa Busana Ditemukan Warga, Pelaku Pembunuhan Ketahuan Aksinya Terekam

Baca juga: Sempat Dikira Penculikan, Terkuak Motif Pembunuhan Mahasiswa Telkom University, Pelaku Kesal

Baca juga: Kisah Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Pelalawan, Tim Jalan Kaki 4.5 Jam Malam Hari Tengah Hutan

Kok bisa? bagaimana ceritanya? berikut kronologi lengkapnya

Seorang wanita yang putrinya diculik dan dibunuh di Kolombia menyamar sebagai tunawisma, untuk membantu pihak berwenang menemukan tersangka pembunuh anak tertuanya.

Nathalie Amaya mengungkapkan dia mengubah penampilannya, untuk berbaur dengan tunawisma lain yang tinggal di sebuah bangunan terlantar di lingkungan Bogotá di San Bernardo.

Melansir Daily Mail pada Jumat (15/1/2021), Amaya menemukan tersangka yang membunuh putrinya, Lynda Michelle Amaya yang berusia 15 tahun, pada Desember 2020.

Kantor Jaksa Agung Kolombia pada Kamis pagi (14/1/2021) mengumumkan penangkapan tiga pria dan seorang wanita yang terikat dengan geng lokal. Mereka dikenal karena meneror lingkungan sekitar.

Tidak jelas dalam informasi yang dirilis oleh penegak hukum Kolombia mengapa gadis itu mungkin menjadi sasaran kejahatan, atau jika pembunuhannya dilakukan secara acak.

Ibu yang putus asa ini juga memiliki tiga anak lain, seorang anak laki-laki berusia empat tahun dan anak laki-laki kembar berusia 13 tahun.

Baca juga: Ingin Lari dari Istri, Pria Ini Bikin Drama Pembunuhan, Namun Gara-gara Ini Polisi jadi Curiga

Baca juga: Detik-detik Kronologi Temuan 2 Jasad dalam Satu Liang, Terungkap Pembunuhan Pasangan Kekasih

Dia membantu Kepolisian Metropolitan Bogotá dan Agen Intelijen Kolombia dengan secara sukarela menyamar pada 3 Desember, dengan harapan menemukan putrinya.

Amaya memutuskan untuk mengubah penampilan fisiknya. Dia membungkus diri saya dengan selimut hewan peliharaan sehingga baunya sangat buruk.

“Saya mengoleskan banyak batu bara untuk menodai wajah saya, memasuki tempat itu dan bersembunyi sehingga mereka akan merasa bahwa saya adalah bagian dari dunia itu,” kenang Nathalie Amaya dalam sebuah wawancara dengan Noticias Caracol.

Dia melakukan ini setiap malam. Tempat di mana dia selalu duduk diketahui kemudian adalah sudut di mana polisi menemukan tubuh gadis itu sebelumnya.

“Seolah-olah dia (anaknya) selalu menyuruh saya datang ke sana, untuk beristirahat atau mendengarkan. Saya tidak tahu.” kata dia

Menurut Kantor Jaksa Agung Kolombia, Lynda Michelle pergi bersepeda pada 17 November, kemudian ponselnya dicuri.

Remaja itu kembali ke rumah dan optimis menemukan ponselnya. Pada 30 November, dia memberitahu ibunya bahwa dia akan pergi ke jalan utama di mana orang biasa membeli ponsel yang dicuri.

Itu terakhir kali ibu dan putrinya berbicara. Tubuhnya ditemukan tewas keesokan harinya di dalam gedung kumuh.

Kantor Kejaksaan Agung mengatakan pemimpin geng lokal, yang dikenal sebagai Tazmania, memerintahkan agar dia ditangkap.

Baca juga: Tuduhan Pembunuhan Berencana, Pengadilan Keluarkan Surat Perintah Penahanan Donald Trump

Baca juga: 22 Ramalan Nyai Ratu Kidul Tahun 2021: Pesawat Jatuh, Politik Memanas Hingga Pembunuhan Menghebohkan

Lynda Michelle Amaya dipukuli dan ditikam sebelum tersangka memasukkan tubuhnya ke dalam tas hitam.

Para tersangka kemudian diduga menggunakan gerobak daur ulang dan memindahkan tubuhnya ke sebuah bangunan yang sedang dalam proses dibongkar. Jenazahnya dibiarkan tertutup selimut.

Nathalie Amaya mengetahui melalui berita lokal bahwa tubuh seorang gadis telah ditemukan di sebuah gedung yang ditinggalkan di San Bernardo. Dia mengunjungi kantor pemeriksa medis setempat dan diberitahu bahwa itu bukan putrinya.

Namun, petugas tidak pernah menanyakan DNA-nya karena mereka mengklaim korban berusia antara 19 dan 23 tahun.

Tanpa sepengetahuan berita bahwa remaja tersebut telah ditemukan oleh polisi, teman dan anggota keluarga, melakukan pencarian di seluruh kota.

Nelson Amaya mengungkapkan anggota geng menelepon keluarga tersebut untuk meminta uang tebusan dengan imbalan, kepulangan Lynda dengan aman.

Baru pada tanggal 1 Januari Nathalie Amaya mengetahui bahwa tubuh putrinya yang hilang berada di kamar mayat setempat.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Buru Pembunuh Putrinya, Seorang Ibu Menyamar sebagai Tunawisma

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved