Breaking News:

Izin OJK Tak Punya, Nasabah Rugi Miliaran Rupiah, Tapi Dirut Koperasi Simpan Divonis Ringan

Rusdiono terbukti melakukan penipuan dengan memperdaya nasabah, dengan modus menanamkan modal di Koperasi BMT Amanah Ray, layaknya perbankan.

Editor: CandraDani
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Terdakwa Rusdiono saat mendengar putusan secata daring di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (19/01/21). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Direktur Utama Koperasi Simpan Pinjam BMT Amanah Ray, Ir Rusdiono divonis tiga tahun penjara, oleh majelis Hakim yang diketuai Jarihat Simarnata di ruang cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (20/1/2021).

Dikatakan hakim, Rusdiono terbukti melakukan penipuan dengan memperdaya nasabah, dengan modus menanamkan modal atau investasi di Koperasi BMT Amanah Ray, layaknya perbankan.

"Sehingga perbuatan terdakwa telah merugikan Dewi Warna Fransiska Ginting sebesar Rp 1.010.000.000," putus Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata dalam persidangan yang berlangsung secara daring di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (19/01/21).

Dikatakan majelis hakim, bahwa perbuatan terdakwa jelas meresahkan dengan menjanjikan keuntungan berinvestasi di unit usaha yang dipimpinnya.

Baca juga: ASN Usia 56 Tahun dan Janda Digerebek Istri Sah Dalam Kondisi Bugil di Hotel, Ngaku Udah Gituan

Baca juga: Ibu Kaget Tak Kepalang Lihat Anaknya di Dalam Kamar dengan Kondisi Yang Tak Terbayangkan

Terdakwa Rusdiono saat mendengar putusan secata daring di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (19/01/21).
Terdakwa Rusdiono saat mendengar putusan secata daring di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (19/01/21). (TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN)

Usai pembacaan putusan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejatisu, Indra Zamachsyari menyatakan segera melaporkan kepada pimpinan.

Di luar persidangan, Indra yang ditemui selesai sidang saat dikonfirmasikan tentang sikapnya, yang semula menyatakan pikir-pikir, namun kemudian menyatakan banding karena putusan majelis hakim kata JPU sangat ringan dari tuntutan yang dibacakannya.

"Kemarin untuk perkara ini terdakwa kita tuntut selama 7 tahun penjara dan membebankan membayar denda Rp 10 miliar subsidair 3 bulan penjara," kata JPU.

Dimana JPU menjerat terdakwa melanggar Pasal 46 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Sebagaimana dalam dakwaan maupun tuntutan JPU, menywbutkan bahwa terdakwa telah merugikan seorang nasabah bernama Dewi Warna Fransiska Ginting sebesar Rp1.010.000.000.

Baca juga: 10 Anak di Bawah Umur Ditidurinya, Ada yang Hamil 5 Bulan, Fotografer Asal Batam Ini Bakal Dikebiri

Baca juga: Dulu Wakil Rakyat, Kini Jadi Sampah, Mantan Anggota DPR Cabuli Anak Kandung Saat Istri Kena Covid-19

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved