Senin, 11 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Polisi Telusuri Sebab Penembakan yang Tewaskan Haji Permata, Proyektil Peluru Sedang Dianalisa

Ditreskrimum Polda Riau, masih menyelidiki peristiwa penembakan yang dilakukan petugas Bea Cukai terhadap Haji Permata, pengusaha kenamaan asal Batam.

Tayang:
Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hingga kini penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, masih menyelidiki peristiwa penembakan yang dilakukan petugas Bea Cukai terhadap Haji Permata, pengusaha kenamaan asal Batam. 

Haji Permata tewas seketika akibat sejumlah luka tembak di bagian dada, pada Jumat (15/1/2021) kemarin.

Informasinya, peristiwa terjadi di kawasan perairan Sungai Belah di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Disebut-sebut, peristiwa ini terkait dengan penyergapan yang dilakukan pihak Bea Cukai dalam mengungkap dugaan penyelundupan rokok ilegal.

Pihak keluarga, diketahui telah membuat laporan ke Polda Kepulauan Riau (Kepri) atas kejadian yang menewaskan Haji Permata.

Namun terhitung sejak Senin (18/1/2021) kemarin, kasusnya sudah diambil alih oleh Polda Riau, mengingat lokasi kejadian ada di Riau.

"Proses penyelidikan kasus tersebut, saksi-saksi yang sudah diperiksa, dari rombongan Haji Permata 16 orang, masyarakat Sungai Belah 4 orang. Sehingga total sekitar 20 orang yang sudah diperiksa," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, Rabu (20/1/2021).

Ditegaskan Teddy, penyidik juga akan memeriksa pihak Bea Cukai. Agenda pemeriksaan rencananya dilaksanakan pada Kamis pekan ini.

Ditanyai soal jumlah korban tertembak selain Haji Permata, Teddy mengungkapkan pihaknya masih melakukan verifikasi di lapangan.

"Apakah korban hanya 1, atau ada korban-korban lain, masih kita dalami. Kita juga akan menelusuri sebab-sebab terjadinya penembakan ini," tuturnya.

Teddy menambahkan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Seperti baju yang dikenakan korban saat kejadian, dan 5 buah proyektil peluru, pasca pelaksanan autopsi jenazah Haji Permata pekan lalu.

"Proyektil akan dianalisa oleh Laboratorium Forensik (Labfor) kita, proyektil itu berapa diameternya. (Laras panjang atau pendek) belum bisa dipastikan, nanti kita cek di Labfor," pungkasnya.

Sementara itu, dari siaran pers yang diterima Tribun, diberitakan Satgas Patroli Laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau dan Tembilahan, melakukan pengejaran terhadap terduga kapal penyelundup barang ilegal, Jumat (15/1/2021) kemarin.

Satgas patroli laut Bea Cukai, berdasarkan informasi intelijen yang diperoleh, berupaya menghentikan laju empat buah kapal high speed craft (HSC) bermesin 6 x 250 PK tanpa nama dan satu buah kapal bermuatan orang banyak yang membawa barang diduga rokok selundupan di perairan Pulau Buluh, Provinsi Riau.

Ini bermula dari kecurigaan petugas atas adanya pergerakan empat HSC yang beriringan. Terlebih ciri-cirinya cocok dengan informasi intelijen yang diperoleh.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved